MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalimantan Selatan (PMD Kalsel), Faried Fakhmansyah, Indek Desa Membangun (IDM) tahun 2024 secara nasional berada pada angka 0,69 atau dengan kelas berkembang, sedangkan IDM Kalsel berada pada angka 0,74 status kelasnya adalah, maju.
“Ada lima tingkatan IDM, mandiri, maju, berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal,” ujar Faried Fakhmansyah, pada acara pelantikan DPD APDESI Kalsel dan tujuh DPC APDESI se-Kalsel, divGedung Pawon Tlogo Handil Bakti, Batola, Rabu (17/04/2024).
Ini berarti, sebut dia, Indek Desa Membangun Kalsel lebih tinggi dibandingkan dengan Indek Desa Membangun secara nasional.
“Ini asalah kinerja pian barataan (bapak-ibu sekalian). Ini adalah buah pian barataan (bapak-ibu sekalian),” ungkapnya.
Dia berharap, dengan visi bersama memperkuat visi Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor 2021-2026, Kalsel Maju arau Kalimantan Selatan Makmur, Sejahtera dan sebagai Gerbang Ibukota Negara.
“Jadi tahun 2019, tepatnya 29 April 2019 Presiden Jokowi sudah menyatakan ibukota negara dari Jakarta pindah ke IKN di Kaltim,” terangnya.
Dan Kalsel sebagai Gerbang Ibukota Negara, terangnya, harus siap terutama desa di Kalsel.
“Jumlah desa di Indonesia sebanyak 75 ribu dan kelurahan 8.484 proporsinya 90 persen desa dan 10 perse kelurahan,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, di Kalsel ada 1.701 desa dengan 143 kelurahan. Dari jumlah tersebut proporsinya delapan persen kelurahan dan 92 persen desa,” tegasnya.
Kalau melihat fakta tersebut, papar dia, kalau ingin membangun Indonesia atsu Kalsel bangun lah desa dengan tidak melupakan pembangunan kelurahan.
Terpisah, Ketua APDESI Kalsel, Ahmad Rijali Nasution mengucapkan, terimakasih kepada kepala desa se- Kalsel atas kepercayaan kepadanya sebagai Ketua ADEPSI Kalsel masa bakti 2023-2028.
” Salah satu tugas APDESI adalah terus bergerak mengawal desa agar menjadi desa mandiri,” demikian tandasnya.(red)
”














