MARABAHAN,teladankalimantan.com-Petani Desa Sinar Baru, Kecamatan Rantau Badauh,Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengharapkan Pemerintah Kabupaten Batola memperhatikan tata kelola air di persawahan petani di daerah tersebut.
“Saat memang sudah ada dibuatkan beberapa gorong-gorong pembuangan air, namun belum optimal pengelolaan airnya,” ujar Riduan, salah satu petani di Desa Sinar Baru, Kecamatan Rantau Badauh, ketika ditemui, Selasa (13/02/2024).
Menurut dia, tata kelola air untuk lahan tanaman padi sangat penting, agar tidak terlalu dalam dan kekeringan air.
Selain itu, sebut dia, hal yang tidak kalah pentingnya adalah, pemberian pupuk dan kapur.
“Agar lahan tidak terlalu asam, maka pemberian kapur harus dilakukan,” terangnya.
Selama ini, lanjut dia, petani masih belum bisa maksimal memberikan hal itu dikarenakan kondisi ekonomi.
“Biasanya untuk pemberian kapur untuk satu hektar sawah minimal 10 karung. Karena harganya cukup mahal, maka petani memberikan kapur ke lahan sesuai kemampuan ekonomi,” terangnya.
Riduan berharap, tata kelola air dan ketersediaan pupuk maupun kapur bis dibantu dari dinas terkait, agar produksi padi petani bisa meningkat.
Terpisah, Suryanto, warga Desa Batik Dalam, Kecamatan Bakumpai mengungkapkan, hal terpenting untuk desa-desa di Batola salah satunya adalah, jalan.
“Apabila jalan desa bagus dan beraspal, maka anak-anak untuk pergi ke bersekolah tidak terkendala,” ungkapnya.
Dia berharap, kepada anggota DPRD Batola dan bupati terpilih di tahun 2024 nanti, bisa memperjuangkan kondisi jalan desa agar lebih baik.(red)














