MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) angkatan III dan IV Membaca Nyaring digelar Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kabupaten Barito Kuala (Disperpusip Batola), Selasa (15/04/2025).
Bimtek Membaca Nyaring tersebut baru pertama kali digelar tersebut ternyata mendapat sambutan positif dari para peserta merupakan perwakilan 17 kecamatan se-Batola.
Paparan narasumber yang cukup menarik dan atraktif membuat suasana diskusi menjadi lebih hidup dan bersemangat.
Zuleha, salah satu peserta angkatan III Bimtek Membaca Nyaring mengaku, senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat wawasan dan teman baru.
Bahkan, menurut guru SDN Gandaria I Kecamatan Anjir Pasar, keikutsertaan di kegiatan tersebut lebih tahu dan lebih dalam tentang Membaca Nyaring tersebut.
“Dalam paparan materi tadi Membaca Nyaring membuat enam aspek,” ucapnya.
Keenam aspek tersebut, jelas dia, adalah, aspek nomerasi, saint, digital, finansial, budaya dan kewarganegaraan.
Lebih lanjut dia mengemukakan, dalam literasi itu semuanya saling terkaitan dan dalam kehidupan memakai literasi.
“Contohnya tadi dalam tanda baca dan ada penempatan titik serta koma. Kalau tidak sesuai pasti maknanya berbeda,” ungkapnya.
Dari hasil Bimtek Membaca Nyaring tersebut, terang dia, akan diterapkan ke anak didiknya di sekolah.
“Kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi ke depannya karena saat ini anak-anak di SD kepercayaan diri Membaca Nyaring masih kurang,” tandasnya.
Terpisah, Fridawati, guru TK Anjir Pasar tergabung di Angkatan IV Bimtek Membaca Nyaring mengaku, hasol dari Bimtek tersebut akan diterapkan ke anak didik di sekolah.
“Kami mengoptimalkan otak anak dengan membacakan dongeng buku cerita,” jelasnya.
Diakuinya, untuk Bimtek Membaca Nyaring baru pertama kali ikut, sedangkan Bimtek lain sering diikuti.
Dia berharap, Bimtek Membaca Nyaring bisa terus dilaksanakan karena banyak manfaatnya.
Sementara, Hj Hariani, salah satu nara sumber Bimtek Membaca Nyaring mengungkapkan, materi diberikan kepada peserta tetap sama, namun dari orang yang berbeda, maka tergantung dari kondisi, situasi dan keadaan, sehingg pola pelaksanaannya juga berbeda.
“Kita tergantung denga imut pesertanya. Jadi dengan teknik berbeda dan waktu berbeda, sehingga pengaturan pembelajarannya kebih enak,” demikian tutupnya.(red)















