Teladan KalimantanTeladan KalimantanTeladan Kalimantan
  • Home
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Selatan
    • Pemprov Kalsel
    • Barito Kuala
    • Balangan
    • Banjar
    • Banjarbaru
    • Banjarmasin
    • Hulu Sungai Selatan
    • Hulu Sungai Tengah
    • Hulu Sungai Utara
    • Kotabaru
    • Tabalong
    • Tanah Bumbu
    • Tanah Laut
    • Tapin
  • Kalimantan Tengah
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangka Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Kalimantan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
  • Legislatif
  • Teladan TV
  • Lainnya
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Nasional
    • Serba Serbi
    • Sosok
Reading: Perbedaan Terowongan Bawah Laut IKN Dibanding Terowongan Tol Sumbar
Teladan KalimantanTeladan Kalimantan
  • Home
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan
  • Legislatif
  • Teladan TV
  • Lainnya
  • Home
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Selatan
    • Pemprov Kalsel
    • Barito Kuala
    • Balangan
    • Banjar
    • Banjarbaru
    • Banjarmasin
    • Hulu Sungai Selatan
    • Hulu Sungai Tengah
    • Hulu Sungai Utara
    • Kotabaru
    • Tabalong
    • Tanah Bumbu
    • Tanah Laut
    • Tapin
  • Kalimantan Tengah
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangka Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Kalimantan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
  • Legislatif
  • Teladan TV
  • Lainnya
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Nasional
    • Serba Serbi
    • Sosok
Ikuti kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
© 2023-2026 Teladan Kalimantan. All Right Reserved
Home » Headline

Perbedaan Terowongan Bawah Laut IKN Dibanding Terowongan Tol Sumbar

Jumat 21 Juli 2023
Share
Ilustrasi

Teladankalimantan.com– Ternyata biaya kontruksi terowongan bawah laut Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang akan dibangun sebentar lagi, lebih murah dibanding terowongan Tol Sumbar. Perbedaan mencolok antara terowongan bawah laut IKN dan Tol Sumbar adalah investor dan ukurannya.

Terowongan bawah laut IKN melibatkan investor dari Korea Selatan, sementara terowongan Tol Sumbar melibatkan investor dari Jepang. Terowongan bawah laut IKN merupakan bagian dari proyek jalan tol IKN yang akan menghubungkan IKN dengan tol Balikpapan-Samarinda.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian dalam keterangannya mengatakan, terowongan ini nantinya akan berada di segmen 4 tol IKN dengan Panjang 1,5 kilometer. Terowongan akan berada pada kedalaman 40 meter dengan lebar sekitar 22 meter. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun terowongan ini, Kata Hedy diperkirakan mencapai Rp3 Triliun.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR, Danis H Sumadilaga mengatakan, terowongan bawah laut IKN dibangun agar kelestarian alam laut di sekitarnya tetap terjaga. Jika dibangun struktur jembatan atas laut, maka berpotensi mengganggu dan mengubah morfologi lingkungan di sekitar Selat Balikpapan. Dengan membangun terowongan ini, pemerintah kata Danis memiliki misi ingin melindungi flora dan fauna serta endemik dan bekantan yang ada di Selat Balikpapan.

Sama halnya dengan terowongan IKN, Terowongan Tol Sumbar juga merupakan bagian dari ruas Tol Padang-Pekanbaru. Tol Sumbar nantinya akan dibangun di seksi Payakumbuh-Pangkalan. Jika di IKN terowongan melewati bawah laut, di Sumbar terowongan akan menembus perut Bukit Barisan. Melibatkan investor dari Jepang, di Sumbar akan dibangun tiga terowongan yang menelan biaya mencapai Rp9 Triliun.

Teknologi Terowongan IKN dan Tol Sumbar

Proses pembangunan terowongan bawah laut tol IKN akan menggunakan teknologi immersed tunnel. Teknologi ini telah lebih dulu diterapkan di pembangunan terowongan Fehmarn di Eropa dan juga terowongan Geoje Busan di Korea Selatan.

Itu sebabnya, dalam studi analisis dan basic designya akan ikut melibatkan Korea Selatan. Bahkan hal ini juga telah dibahas saat kunjungan Presiden Jokowi ke Korsel pada Juni tahun 2022 lalu. “Studi kelayakan dan basic desainnya sedang diselesaikan Dirjen Bina Marga,” jelas Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR, Danis H Sumadilaga.

Setelah studi kelayakan dan basic desain rampung maka pembangunannya bisa langsung dimulai sehingga 2024 Tol Balikpapan-IKN bisa tersambung dan terowongan bawah laut ini juga telah bisa digunakan. Sementara itu, pembangunan terowongan di ruas tol Padang-Pekanbaru akan menggunakan  dua metode.

Pertama metode  New Austrian Tunneling Methods (NATM) dan  Metode Tunneling Boring Machine (TBM) yang juga diterapkan dalam pembangunan ruas Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta.

Menurut Badan Pengelola Jalan Tol, NATM merupakan metode modern terowongan, dimana desain dan konstruksi menerapkan pemantauan canggih guna mengoptimalkan berbagai teknik penguatan dinding berbasis pada jenis batuan yang ada  daerah pegunungan yang ditemui saat penerowongan berlangsung. NATM menggunakan prinsip-prinsip perilaku massa batuan di bawah beban dan memantau kinerja konstruksi bawah tanah selama konstruksi.

NATM diterapkan juga saat penggalian tanah lunak dan pembuatan terowongan di sedimen berpori dan prinsip kerjanya sangat detail konstruksi. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sebenarnya infrastruktur terowongan tidaklah pekerjaan dan teknologi baru di Indonesia. Terowongan lanjut Basuki, merupakan inovasi konstruksi modern yang menjadi alternatif pemanfaatan underground space yang efektif dalam proyek Jalan Tol Trans Sumatera. (red)

https://teladankalimantan.com/wp-content/uploads/2026/02/Blue-and-White-Modern-Aesthetic-Ramadan-Mubarak-teladankalimantan_50_50_50-1.mp4
Berita sebelumnya Ini Pendapat Ganjar dan Anies Soal Nasib Proyek IKN Nusantara
Berita selanjutnya Mengacaukan Kampanye Pemilu Bisa Dipenjara 1 Tahun
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Dewan Minta Jabatan Eselon Masih Kosong di Pemkab Batola Segera Diisi
Barito Kuala Headline Legislatif Peristiwa
Pemkab Batola Safari Ramadhan 1447 Hijirah Bersama Perwakilan Kecamatan Belawang dan Kecamatan Jejangkit
Barito Kuala Kalimantan Selatan Peristiwa
Gubernur H Muhidin Ajak Seluruh Unsur Pemerintah dan Masyarakat Memperkuat Sinergi Membangun Daerah
Banjarmasin Kalimantan Selatan Pemprov Kalsel Peristiwa
Gubernur H Muhidin Sebut Inflasi di Kalsel Dipengaruhi Listrik dan Emas
Ekonomi dan Bisnis Kalimantan Selatan Pemprov Kalsel Peristiwa

Berita Menarik Lainnya

HeadlineNasional

Jokowi Kuatkan Sinyal Duet Ganjar-Erick di Pilpres 2024

Sabtu 25 Maret 2023
Barito KualaHeadline

Mencintai Orang-orang Sholeh

Jumat 8 Desember 2023
HeadlinePolitik

Ridwan Kamil & AHY Sudah Tak Mungkin Jadi Cawapres Ganjar

Selasa 19 September 2023
Barito KualaHeadlineKalimantan SelatanPolitik

H Bahrul Ilmi Monitoring Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pilkada 2024 Tingkat PPK

Jumat 29 November 2024
Teladan KalimantanTeladan Kalimantan
Ikuti kami
© 2023-2026 Teladan Kalimantan. All Right Reserved
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Selamat Datang

Masuknya pelan-pelan saja ya....

Username or Email Address
Password

Kada Ingat Password