MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Pengrajin perahu miniatur khas Banjar di Desa Pulau Sewangi, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola) terancam punah.
Hal itu, tidak lain akibat bersamaan menghilangnya Pasar Terapung di Muara Kuin, Banjarmasin tempat memasarkan perahu miniatur khas Banjar.
Salah satu pengrajin perahu miniatur khas Banjar, Imis mengatakan, saat ini pihaknya sudah tidak lagi membuat perahu miniatur khas Banjar karena pemasarannya sudah tidak ada lagi.
“Dalam kurun waktu dua tahun ini, saya bersama teman tidak lagi membuat perahu miniatur khas Banjar,” ujar Imis, ketika ditemui, Rabu (15/05/2024).
Menurut dia, lima tahun lalu usahanya tersebut cukup lumayan bisa diandalkan untuk biaya hidup mereka.
“Dulu waktu Pasar Terapung masih ada, sehari saya pasarkan disana bisa laku hingga 10 buah sehari. Satu buah perahu miniatur khas Banjar saya jual Rp50 ribu per buah.
Biasanya, jelas dia, perahu miniatur tersebut mereka beli untuk oleh-oleh sanak saudara atau sahabat mereka.
“Pembeli kebanyakan orang-orang luar Kalsel berwisata ke Pasar Terapung Muara Kuin,” ungkapnya.
Dengan tidak lagi membuat perahu miniatur khas Banjar tersebut, sambung dia, saat ini dirinya bersama teman-temannya beralih ke usaha pembuatan perahu besar.
Dia juga mengkhawatirkan, jika tidsk ada yang meneruskan usaha pembuatan perahu miniatur khas Banjar tersebut lambat laun akan punah.
“Seandainya pemasaran seperti lima tahun yang lalu, kami siap mengerjakannya lagi. Karena bahan-bagannya tidak sulit didapat,” demikian tutupnya.(red)














