MARABAHAN, teladankalimantan.com- Penggilingan Padi H Three Desa Anjir Kota, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala (Batola) merupakan salah satu penggilingan padi pengumpul padi lokal Karang Dukuh atau Mayang hasil panen petani di Kecamatan Anjir Pasar dan sekitarnya untuk dijadikan beras.
Dari hasil produksi beras lokal tersebut, mereka kirim ke beberapa kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kaselteng).
Dalam satu bulan usaha Penggilingan Padi H Three tersebut mampu memproduksi 15.000 blek padi jenis lokal untuk dijadikan beras.
Bahkan, dalam kegiatan usahanya itu, Penggilingan Padi H Three mampu merekrut tenaga kerja kurang lebih 15 orang dengan gaji rata-rata Rp3 juta lebih.
Dani, perwakilan pemilik Penggilingan Padi H Three mengatakan, padi yang pihaknya kumpulkan tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Anjir.
“Kecuali beras bentuknya besar baru mengambil diluar Kecamatan Anjir,” ungkapnya.
Untuk pemasaran beras, jelas dia, mereka kirim ke kabupaten/kota di wilayah Kalselteng seperti, ke Banjarbaru, Martapura, Pulang Pisau, Bahaur, Palangkaraya dan Kereng Pangi.
“Rata-rata dalam sehari kita menggiling 500 blek dan dalam satu bulannya sekitar 1.500 blek padi,” ucapnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, dalam usaha tersebut pihaknya tidak menemukan kendala.
“Ada kendala hanya sebatas dalam penjemuran padi saja,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut, papar dia, pihaknya melibatkan sekitar 15 orang tenaga kerja dengan sistem gaji per blak.
“Untuk satu blak menjemur padi kita hargai seribu rupiah, namun kalau padi baru panen kita hargai Rp 2.500 per blek karena menjemurnya bisa dua hari baru kering. Dari hasil menjemur padi tersebut rata-rata mereka mendapat upah Rp100 ribu perhari,” tandasnya.
Sementara itu, Fahruddin, salah satu pekerja Penggilingan Padi H Three mengaku, sudah lima tahun bekerja di Penggilingan Padi H Three.
“Dalam sebulan saya menerima pendapatan minimal Rp 3 juta,” tandasnya.(red)















