MARABAHAN, teladankalimantan.com-Pengajian Jemaah Ahsanul Muslimin yang berlangsung di Komplek Griya Permata, Handil Bakti, Alalak, Kabupaten Batola pada Rabu siang (24/5), menghadirkan penceramah kondang Guru Udin asal Samarinda, Kaltim. Acara pengajian ini tepatnya berlangsung di rumah Sohibul Bait KH Ahsan, dan keluarga.
Acara Manakib Sayyidah Khadijah ini diawali dengan pembacaan Tawasul Sinurijah serta pembacaan ayat suci Alquran tampak dihadiri oleh ratusan jamaah wanita yang antusias mendengarkan tauziah oleh Guru KH Muhammad Zhofaruddin atau yang popular disebut Guru Udin.
Selain dihadiri ratusan jamaah, tampak hadir Habib Muhammad Anies Balghaits Ba’alawy, guru-guru agama, para habib dan syarifah. Acara juga dihadiri oleh Hj Noorhayati, istri DR H Bahrul Ilmi dan keluarga.



Dalam tauziahnya, guru Udin menyampaikan, betapa pentingnya memuliakan istri Rasulullah Khadijah Radhiallahu ‘Anha dengan membaca manakib beliau. Selain itu, pengajian juga akan bermakna dengan diisi kisah-kisah keistimewaan para aulia dan wali Allah.
Dengan membaca manakib atau memuliakan istri Rasulullah, Siti Khadijah RA, otomatis kita mencintai Rasulullah dan juga akan mendapatkan cinta dari Allah SWT. “Ada nilainya Ketika kita mengistimewakan istri-istri nabi terutama Siti Khadijah, yang setia menemani beliau semasa hidupnya. Sosok perempuan yang mandiri serta tidak pernah menuntut apapun dari Rasul,” Kata Guru Udin.
Menurut Guru Udin, Khadijah juga orang yang pertama kali masuk Islam dan orang yang pertama kali mempercayai kenabian Rasulullah saw. Sebagai istri pertama dari Nabi Muhammad SAW, Khadijah menjadi panutan yang paling utama dan paling baik dalam mencintai suami, selalu mengutamakan kepentingan suami daripada kepentingan diri sendiri misalnya saat Nabi berada di Jabal Nur.
Dengan meneladani dan memuliakan Khadijah RA, maka kita akan terhubung dengan Rasulullah yang tidak terpisah dengan Allah SWT. “ kita akan mendapat berkat dari Allah SWT dan inilah jalan yang sempurna,” tambahnya. Guru Udin juga mengajak para jamaah mencintai Rasulullah yakni dengan memperbanyak membaca salawat minimal lima kali dalam sehari.
Acara kemudian ditutup dengan tahlil dan doa yang dipimpin oleh Al Habib Muhammad Anies Balghaits Ba’alawy. (red)














