MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) memberikan apresiasi penghargaan kepada 57 orang atas kinerja menurunkan prevalensi stunting, di Marabahan, Kamis (16/05/2024).
Apresiasi tersebut diberikan kepada tiga camat, tiga kepala puskesmas, nutrisionis, kepala desa, penyuluh KB, kader BKD, bidan, perwakilan perusahanaan, ketua organisasi dan Satuan Tugas Tim Percepatan Penurunan Stunting (Satgas TPPS) .
Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala (Sekda Batola), H Zulkipli Yadi Noor mengaku, optimis target prevalensi stunting Pemkab Batola Tahun 2024 di angka14 persen bisa mencapai target.
“Kita optimis karena adanya kolaborasi dan komitmen semua pihak yang erat dan setiap rembug stunting semua hadir terlibat,” ujar H Zulkipli Yadi Noor, dalam siaran pers.
Peran masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD), sebut dia, juga sangat besar.
“Mulai dari kinerja Dinas Perkim Batola rumah jadi layak huni dan Dinas PUPR Batola menyediakan akses air bersih serta banyak peran SKPD lainnya,” ungkapnya.
Yang pertama pihaknya bangun, jelas dia, adalah komitmen dan kesadaran bersama.
“Kita juga melakukan rapat koordinasi langsung dengan SKPD di ruang sekda maupun di tiga aula Pemkab. Rembug stunting tidak hanya di kabupaten, namun dilaksanakan di kecamatan,” terangnya.
Selain itu, sebut dia, pihaknya juga menetapkan bapak asuh dan ibu asuh anak stunting.
“Kita diskusikan, apa yang harus kita lakukan dan tetapkan rencana aksi. Selain itu, peran camat dan forkopimcam juga turut membantu untuk memastikan proses penimbangan berlangsung tertib,” ucapnya.
Di momen penyerahan apresiasi kinerja penurunan stunting, Sekda menyampaikan, apresiasinya kepada seluruh yang terlibat pada penurunan kasus stunting.
Sekda juga apresiasi sejumlah camat berkreativitas san melakukan inovasi dalam penurunan stunting.
“Misalnya Camat Barambai mendatangi secara langsung balita tidak hadir penimbangan di posyandu, sehingga harus didatangi ke rumah ditimbang di tempat (swiping),” tandasnya.
Selain itu, lanjut dia, Camat Tabunganen menyerahkan uang tunai hasil pengumpulan dari bapak ibu asuh anak stunting dibagikan ke desa-desa dengan angka stunting tinggi.
Kemudian di Kecamatan Kuripan, sekda apresiasi seluruh kepala desa melaksanakan rembug stunting dibuktikan adanya berita acara.(red/diskominfo batola)














