MARABAHAN, teladankalimantan.com-Yamani, salah satu petani dari Desa Sungai Seurai, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel) menekuni Usahatani berkebun jeruk.
Usahatani jeruk dijalankannya sekitar tiga tahun silam tersebut, kini sudah mulai menuai hasil di panen perdana, bahkan saat ini kebun jeruk miliknya mulai memasuki panen kedua.
Pada panen perdana, kebun jeruk milik Yamani seluas satu hektar tersebut mampu menghasilkan sebanyak tujuh ton jeruk.
Dari hasil panen jeruk tersebut, dia pasarkan ke beberapa daerah di provinsi tetangga, Kalimantan Tengah Kalteng) seperti, ke Buntok, Pangkalan Bun,Muara Teweh dan Purukcahu hingga Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
“Dari hasil panen perdana sebanyak tujuh ton itu saya jual ke beberapa daerah Kalteng dan Kaltim dengan hasil bersih sebesar Rp 50 juta,” ujar Yamani, ketika ditemui, Jum’at (23/02/2024).
Melihat hasil tersebut, papar dia, kalau diperhitungkan mulai dari mengolah tanah, menanam, pemeliharaan hingga panen, usahatani jeruk masih menguntungkan.
Menurut dia, dalam menjalani usahatani kebun jeruk tidak ada kendala dari gangguan hama penyakit tanaman.
“Namun, untuk meningkatkan kesuburan tanah agar produksi tanam lebih meningkat, saya masih kesulitan mencari pupuk organik bersubsidi dan kurangnta penyuluhan dari dinas terkait,” ungkapnya.
Dia berharap, ketersediaann pupuk bersubsidi dan bantuan penyuluh pertanian maupun instansi terkait sangat penting guna meningkatkan hasil produksi dan promosi.
“Kalau bibit ada saja, cuma pupuk sulit dicari apalagi pupuk bersubsidi,” demikian tutupnya.(red)















