MARABAHAN,teladankalimantan.com- Pedagan kaki lima disamping kiri dan kanan jalan negara dekat Jembatan Barito di Desa Marabahan Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola) sangat mengharapan adanya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batola.

“Kami berjualan disini ada sedikit gelisah. Biasanya ada Satpol-PP dan dari kecamatan menegur kami berjualan,” ujar Arbain, salah satu pedagang pentol, ketika ditemui, Senin (22/04/2024).
Dia berharap, Pemkab Batola bisa memperhatikan pihaknya sebagai pedagang.
“Salah satunya diberikan tempat disisi jalan yang layak untuk berjualan,” pintanya.
Selama ini, jelas dia, yang ada hanya penertiban saja, tetapi solusinya belum ada
“Kami bisa ditertibkan tapi ada solusi atau tidak dipindahkan,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, pihaknya tahu dari segi keamanan, namun kalau diberi jarak lebih bagus.
“Biasanya penertiban itu dilakukan pada hari-hari besar. Padahal, pada hati-hari besar panen bagi kami disini. Bahkan, jalur-jalur padat kalau ada acara,” terangnya.
“Sehatusnya kami ditegur dulu, beri surat himbauan dan sosialisasi,” tandasnya.
Ditambahkan Zulkifli, Koordinator Pedagang meminta, aparat terkait untuk membina mereka karena usaha mereka hanya di tempat itu saja.
“Kami tidak punya lahan pertanian bahasa orang kampung (orang desa) kada bahuma (tidak bertani),” tegasnya.
Jadi, sambung dia, pihaknya minta dibina dan tidak bertabrakan dengan peraturan daerah (perda) baik dari kabupaten maupun provinsi dan bisa diberi fasilitas seperti payung dan lainnya,” ucapnya.

Terpisah, Ifin, warga Kuala Kapuas, Kalteng mengatakan, padang berjualan di kiri dan jalan perlu pembinaan dari Pemkab Batola karena keberadasnnya cukup membantu warga yang singgah ingin beristirahat membeli makan dan minuman.

Sementara itu, Sekretaris Desa Marabahan Baru, Mardhiah mengatakan, belum bisa memberikan keterangan karena Kepala Desa tidak ada di tempat.
“Saya tidak bisa memberikan keterangan karena yang berhak Kepala Desa,”tandasnya.(red)














