BANJARMASIN,teladankalimantan.com-
Salah satu upaya untuk menekan laju inflasi di Kalimantan Selatan (Kalsel), pemerintah provinsi bersama 13 kabupaten/kota se-Kalsel menggelar Pasar Murah kepada masyarakat di daerah mereka masing-masing.
Seperti halnya dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala (DKPP Batola) bersama Kepolisian Resort Batola menggelar Pasar Murah sebagai penyeimbang harga, ternyata sangat diminati masyarakat setempat karena dinilai mereka sangat membantu kebutuhan pokok warga dengan harga tidak terlalu mahal.
Hal serupa juga dilaksanakan Pemkab Tanah Laut menggelar Pasar Murah di wilayahnya sebagai upaya menekan inflasi sembilan bahan pokok (Sembako).
Bupati Barito Kuala (Batola), H Bahrul Ilmi mengharapkan, Pasar Murah digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten (DKPP) Batola bersama Polres Batola dapat membantu meringankan beban masyarakat.
“Semoga pelaksanaan Pasar Murah pada hari ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Batola,” ujar H Bahrul Ilmi, selepas membuka Pasar Murah DKPP Batola, di halaman Mapolres Batola, Selasa (03/06/2025).
Bupati juga tak lupa mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya Pasar Murah tersebut.
“Menjelang Hari Raya Idul Adha kita membantu ekonomi masyarakat,” ucap bupati.
Ditambahkan Kapolres Batola, AKBP Anib Bastian, Pasar Murah di halaman Mapolres Batola tersebut terselenggara atas kerjasama Polres Batola dan Pemkab Batola.
Tujuan dari kegiatan tersebut, jelas kapolres, untuk menciptakan stabilitas harga bahan pokok menjelang lebaran Idul Adha 1466 H.
“Kami mengajak kepada masyarakat pada hari ini segera ke Pasar Murah,” pinta Anib Bastian.
Apalagi, terang dia, harganya dibanding harga diluar ada selisih lumayan lebih murah sekitar dua sampai lima ribu rupiah per item.
Sementara, Ekonomi Senior BI Kalsel, Prayudi Azwar mengungkapkan, program Pasar Murah merupakan program nasional untuk ketahanan pangan dan ketahanan gizi bagi masyarakat.
“Kita juga ada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan pusat. Ini merupakan bagian dari usaha, salah satunya dengan geeakan pangan,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, Pasar Murah perlu sering dilaksanakan saat hari-hari besar, karena pada saat hari besar ini kecendrungan harga naik.
“Harga bisa terkendali karena masyarakat merasa pasokan barang banyak dan pengusaha tidak semudah itu menaikan harga,” tegasnya.
Dengan demikian, jelas Prayudi Azwar , kesejahteraan masyarakat semakin baik dan daya beli juga baik.
“Kita juga ada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan pusat. Ini merupakan bagian dari usaha, salah satunya dengan geeakan pangan,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, kegiatan seperti Pasar Murah perlu sering dilaksanakan saat hari-hari besar, karena pada saat hari besar ini kecendrungan harga naik.
“Harga bisa terkendali karena masyarakat merasa pasokan barang banyak dan pengusaha tidak semudah itu menaikan harga,” tegasnya.
Dengan demikian, jelas Prayudi Azwar , kesejahteraan masyarakat semakin baik dan daya beli juga baik.
Terpisah, Tina, salah satu warga Marabahan mengaku, merasa terbantu dengan digelarnya Pasar Murah Pemkab Batola bersama Polres Batola.
“Semoga kegiatan Pasar Murah sering dilaksanakan Pemkab Batola karena sangat membantu kami,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskopdag) Tanah Laut, Muhammad Daud menyebutkan, pada tahun anggaran 2025 Diskopdag kembali menggelar Pasar Murah di 30 desa se-Tanah Laut.
“Dari kegiatan tahun 2024, desa belum terjamah akan kita upayakan masukan dalam kegiatan tersebut,” ujar Muhammad Daud.
Menurut dia, Pasar Murah digelar salah satunya mendukung kegiatan-kegiatan bupati seperti Manunggal Tuntung Pandang atau Gala Desa.
“Tetapi kami tetap memprioritaskan juga desa-desa yang masih belum dilaksanakan di tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Dia berharap, digelarnya Pasar Murah dapat membantu masyarakat dalam ketersediaan bahan-bahan pokok.
Selain itu, terang dia, digelarnya Pasar Murah agar harga tetap stabil dan membantu pendistribusian barang- barang pokok ke desa.
“Yang semula bahan pokok hanya ada di pasar kabupaten melalaui Pasar Murah bisa sampai ke desa,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, Pasar Murah digelar ada dua hal yakni, untuk keterjangkauan harga dan kepastian pendistribusian bahan pokok.
Dia juga berharap, dari kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di desa.(arianto)















