MARABAHAN, teladankalimantan.com-
Kampanye perdana pasangan nomor urut 1 Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Barito Kuala (Batola) 2024-202, H Bahrul Ilmi-Herman Susilo (BAIMAN), di Desa Asia Baru, Kecamaran Kuripan, Kabupaten Barito Kuala (Batola) menawarkan peningkatan sektor pendidikan, pertanian dan perbaikan jalan desa menuju ibukota kabupaten.
Selain itu, kedua pasangan juga mengenalkan diri sekaligus memaparkan visi, misi dan program-program ditawarkan kepada warga Desa Asia Baru.
Seperti diungkapkan Calon Wakil Bupati, Herman Susilo, program pendidikan merupakan hal penting bagi Kabupaten Batola dan insentif bagi para marbot di Kabupaten Batola.
“Keberadaan marbot memilki peran penting untuk membantu syiar Islam dan perlu kita perhatikan kedepaanya,” ucapnya.
Selain itu, dia juga mengatakan, pihaknya berencana membangun pelabuhan internasional karena hal itu merupakan modal dasar.
“Dibangunnya pelabuhan internasional tersebut tentunya akan memerlukan tenaga kerja,” harapnya.

Sementara, Calon Bupati Batola, H Bahrul Ilmi dihadapan warga Desa Asia Baru juga mengungkapkan, tanah bengkok atau tanah fasilitas desa.
“Kita melihat di Kabupaten Batola sektor pertaniannya hampir 90 persen nanti didalam visi, misi kita ada di satu desa ada lahan tidak terjangkau warga atau dikelola masyarakat itu akan dikelola pemerintah daerah,” terangnya.
Tanah bengkok sekitar 500 borong itu, urai dia, akan dibersihkan oleh pemerintah daerah dan ditanami hingga panen.
“Hasil panen 500 borong tersebut bisa menghasilkan penen padi sekitar 2.500 blak beras. Hasil beras ini untuk desa. Jadi beras inilah akan kita bagikan lewat ATM Beras,” terangnya.
Nantinya melalui program tersebut d masing-masing desa, sambung dia, ditempatkan dua titik ATM Beras.
“Batola sangat terkenal dengan hasil pertanian milik warga. Kedepan pemerintah daerah sendiri menanam, merawat hingga panen di lahan bengkok milik desa,” tandasnya.
Sehingga hasil panen padi tersebut, papar dia, sebagai ketahanan pangan desa.
“Dari 195 desa anggap saja 150 desa mendapatkan lahan pertanian, maka sisa desa lainnya kita subsidikan kepada desa tidak memiliki lahan pertanian,” sebutnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, untuk daerah perkebunan tetap juga pemerintah daerah mendukung usaha perkebunan.
Selanjutnya, dalam pertemuan itu H Bahrul Ilmi juga memaparkan pentingnya pembangunan jalan dari dess menuju ibukota kabupaten karena menggunakan tranpostasi air biaya lebih mahal.
Salah satu warga Desa Asia Baru, Kartasiah mengatakan, untuk pulang pergi ke Marabahan naik transportasi air memakan biaya Rp500 ribu.
“Kami sangat mendukung rencana tersebut agar biaya bisa lebih murah naik angkutan jalan darat, ” harapnya disambut tepuk tangan warga lainnya.(red)















