MARABAHAN, teladankalimantan.com—Majelis Salawat dan pengajian akbar DPC PPP Batola yang berlangsung di aula DPC PPP pada Kamis malam (10/8) kembali dipadati para jemaah yang hadir dari berbagai desa di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Selain dihadiri para jamaah, kegiatan pengajian juga dihadiri para guru agama, para habib, serta jajaran DPC PPP Batola dan sejumlah Bakal Calon Legislatif antara lain, Ahmad Muzakir. Tampak hadir Habib Muhammad Anies Bhalgaits Ba’awaly serta Guru Ahmad Mubarok.
Seperti biasa, sebelum tauziah, dilaksanakan pembacaan syair maulid dan puji-pujian kepada Rasulullah yang dipimpin oleh Guru Ahmad Mubarok.
Sementara itu, dalam tauziahnya Guru Muhammad Arsyad mengupas tentang nasehat seorang wali Allah yakni Imam Hatim Al-Asham.

Dikatakannya, Imam Hatim Al Asham adalah seorang ulama besar Khurasan yang mendapat julukan Al-Asham (yang tuli). Menurut Guru Muhammad Arsyad, beliau tidak tuli, akan tetapi pernah berpura-pura tuli karena ingin menutup aib seseorang.
Dikisahkan, Hatim Al-asham adalah ulama yang sangat santun dan dikenal dermawan. Suatu hari, Imam Hatim Al-Asham ditanya oleh Gurunya, Syaqiq al-Balkhi.
“Engkau telah bersahabat denganku selama 32 tahun, apa yang engkau dapatkan selama ini?” tanya Syaqiq. “Aku telah mendapatkan 8 pelajaran yang kuharapkan dapat menyelamatkanku,” jawab Imam Hatim.
Namun, dalam tauziahnya kali ini, Guru Muhammad Arsyad hanya membahas dua pelajaran.

Pertama, menurut Hatim Al Asham, kuperhatikan manusia saling bermusuhan satu dengan lainnya karena berbagai sebab dan tujuan. Lalu kurenungkan wahyu Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia musuh (kalian)… ” (QS Fathir: 6). Maka sadarlah aku, bahwa aku tidak boleh memusuhi siapa pun kecuali setan.
Kemudian yang kedua, kuperhatikan setiap orang berusaha keras dan berlebihan dalam mencari makan dan nafkah hidup dengan cara yang menyebabkan mereka terjerumus dalam perkara yang syubhat dan haram, juga dengan cara yang dapat menghinakan diri dan mengurangi kehormatannya.
Lalu kerenungkan wahyu Allah Ta’ala: “Dan tidak ada satu binatang melatapun di bumi ini melainkan Allah lah yang menanggung rezekinya.” (QS Hud :6). Maka sadarlah aku, bahwa sesungguhnya rezeki ada di tangan Allah Ta’ala, dan Ia telah memberikan jaminan. Oleh karena itu, aku lalu menyibukkan diri dengan ibadah dan tidak meletakkan harapan pada selain-Nya.
Mengambil hikmah dari nasehat tersebut, Guru Muhammad Arsyad mengatakan, jika iblis atau setan adalah musuh yang nyata, dan semua kaum muslimin ini adalah saudara. “Hati-hati dengan Iblis yang menjerumuskan manusia untuk saling berseteru, dan marilah terus menjaga persatuan”.
Sementara yang kedua, dirinya mengajak hendaknya saat turun bekerja dari rumah meniatkan mencari rezeki yang halal, dan keridaan Allah serta tidak mengabaikan perintah Allah saat waktu salat. Insya Allah pekerjaan pada hari itu bernilai ibadah.
Seperti biasa, acara tersebut juga dirangkai dengan pembacaan tahlil dan doa yang dipimpin oleh Habib Muhammad Anies Bhalgaits Ba’alawy serta ditutup dengan pengundian dorprize dan undian aqiqah.

Untuk pemenang doorprize seperti Kulkas diraih oleh Reno dari Desa Rei II, Kipas Angin atas nama Nasir dari Sei Lumbah, dan Kipas Angin atas nama Eri Purwanto dari Handil Bakti, Alalak, Magic com oleh Norhalimah dari Tj Harapan, Alalak.
Sementara pemenang undian aqiqah masing-masing, Fatimah Azahra, Arbayah, H Maah dari Tanjung Harapan, Mala, dan Ardani dari Berangas. (red)














