BANJARBARU,teladankalimantan.com-
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kelompok Pemerhati Kinerja Pemerintah dan Parlemen (KPK-APP) Kalsel, H Aliansyah (47) datang ke Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) Polda Kalsel dan dilanjutkan ke Ditkrimum setempat guna meminta perlindungan diri atas keselamatannya dari ancaman seseorang, Selasa (10/9/2024) siang.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat LSM KPK-APP) Kalsel, H Aliansyah mengatakan, ancaman itu lewat telepon siang hari saat dirinya dari Martapura ke Sungai Tabuk.
“Ancaman itu juga keras sekali. Ikam handak kaya Jurkani kah (korban pembunuhan di Tambang Tanah Bumbu,red)”. Karena kalau ancam itu terjadi diri sudah melaporkan awal kejadian dan polisi harus bertindak siapa mengaku sebagai Madun tersebut,” ujar H Aliansyah.
Penasehat Hukum (PH) H Aliansyah, Budi Khairannoor menambahkan, pihaknya menerima ancaman itu terkait keselamatan diri klienya.
“Kemarin H Aliansyah ditelpon dan diajak batimpas. Jadi Ali ditelpon orang yang mengaku sebagai Madun, setelah dicek diduga itu no ponsel ajudannya Madun, berinisial SJ,” sebutnya.
Namun, sebut dia, dalam telpon di situ mengarah ke tindakan kriminal, “kita sama-sama lakian, jadi siapa duluan yang menimpas”.
Telepon itu, jelas dia, sudah direkam sehingga pihaknya sudah ada buktinya, baik masuk lewat chat WA maupun GSM.
“Nomor telpon itu juga ada dari kartu halo yang mengaku dari Madun,” terangnya.
Ancaman tersebut , kata Budi Khairannoor , pasca aksi demo, Jumat (06/09/2024) pagi lalu.
Setelah itu, sambung dia, telpon masuk siang hari atau setelah Zuhur, Senin (09/09/2014), didahului sebelumnya dari WA berbunyi: pa Madun mau bicara tolong diangkat tulisnya kepada Aliansyah selaku LSM pada pukul 15.50 Wita.
Dalam telpon itu, ungkap dia, Aliansyah sempat tanya siapa yang menelpon dan diakuinya sebagai Madun.
Aliansyah, papar dia, tak percaya itu suara Madun dan dalam percakapan orang itu mengajak ketemu di hutan atau dimana kah, bahkan mengatakan, ” siapa duluan menimpas kalau ikam laki-laki”.
Seperti diketahui sebelumnya,
Pasca Kisruh Kepala Dinas Pendidikan Kalsel Muhammadun alias Madun dengan seorang guru wanita bernama Amalia berbuntut panjang.
Kontroversi dugaan pengusiran dilakukan Madun terhadap Amalia saat rapat berlangsung di salah satu hotel karena menegurnya ketika merokok di depan rapat guru BK dan lainnya menuai reaksi keras dari LSM lainnya.
Puluhan massa dari LSM tersebut menggelar aksi mendatangi Kantor Gubernur Kalsel di lingkungan perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru,Jumat (06/09/2024) pagi.
Dipimpin Ketua H Aliansyah , kedatangan mereka menuntut Kadisdik Kalsel Muhammadun atau Madun segera dicopot.
Karena Madun diduga telah melanggar disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) dan etika karena dalam aturan itu dapat dihukum enam bulan penjara karena rokok.
Untuk itu bila Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau Paman Birin bila tidak menindaknya dalam dua minggu, maka pihaknya akan datang lagi dengan massa lebih banyak.
Kepala Inspektorat Provinsi Kalael
Dayan mewakili Pemprov Kalsel, mengatakan, pihaknya sudah memanggil yang bersangkutan dengan saksi dan bukti.(red/ars)














