MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Warga RT09 dan RT 10 Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola) bergotong royong membongkar tabat agar air merendam sawah dan rumah mereka cepat mengalir.
“Tabat ini kami bongkar dikarenakan pintu air dengan lebar sungai tidak maksimal,” ujar Ketua RT 10, Sunardi, Senin (20/01/2025).
Menurut dia, sungai lebarnya eelapan meter sementara pintu airnya cuma satu meter.
“Di tempat kami sedang terjadi banjir, sehingga kami dari warga RT09 dan RT 10 mebongkar ini bertujuan supaya air mengalirnya lancar,” ungkapnya.
Di tempat mereka, jelas dia, ada program Oplah arau padi unggul tenggelam akibat banjir.
“Banjir ini terjadi sejak 2021, 2023. Dan 2024, 2025 ini tinggi lagi airnya sampai.masuk ke dalam rumah,” terangnya.
Ditambahkan Suwoto, warga setempat, pembongkaran tabat sungai tersebut sudah tiga hari.
“Harapannya dengan pembongkaran tabat tersebut semakin memperlancar air mengalir,” demikian tegas Suwoto.(red)















