MARABAHAN, teladankalimantan.com-Bagi Megawati, pengelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TKA) Majelis Ta’lim Al-Ikhlas Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengatakan, tujuan utama mendirikan TKA agar anak-anak di Desa Bangkit Baru tidak ada lagi buta Al-Qur’an.
“Tujuan kita mendirikan TK Al-Qur’an untuk memberantas buta hurup Al-Qur’an, sehingga anak-anak tidak ada lagi buta Al-Qur’an,” ujar Megawati, ketika ditemui di rumahnya, Senin (12/02/2024)
Menurut dia, awal pembangunan TK Al-Qur’an di Desa Bangkit Baru Tahun 2004.
“Sudah banyak alumni dari sini, bahkan anak didik saat ini adalah, anak dari alumni sini,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, untuk jumlah anak didik terdata saat ini di TKA Majelis Ta’lim Al-Ikhlas sekitar 40 orang.
Namun, dari jumlah itu, terang dia, ada sekitar 25 hingga 30 anak aktif belajar.
“Ya namanya anak-anak ada yang aktif dan ada yang kadang-kadang tidak turun. Rata-rata mereka berasal dari sekolah dasar,” tandasnya.
Kemudian, papar dia, metode diajarkan kepada anak-anak TKA Majelis Ta’lim Al-Ikhlas berupa, iqra.
“TKA Majelis Ta’lim Al-Ikhlas sudah terdaftar di BKPRMI dan bekerjasama dengan BKPRMI Kalsel,” tegasnya.
Dia berharap, kedepan TKA Majelis Ta’lim Al-Ikhlas memiliki gedung sendiri untuk proses belajar.
“Dulu sudah pernah diusulkan ke desa, namun belum terakomodir. Mudah-mudahan ada pihak yang mau membangunkan gedung,” harapnya.
Saat ini, jelas dia, untuk proses belajar mengajar di tempat rumahnya dan tenaga pengajarpun dari keluarganya sendiri.
“Semoga apa yang saya cita-citakan agar anak-anak disini tidak ada lagi buta Al-Qur’an dapat terealisasi, ” demikian tutupnya.(red)















