MARABAHAN, teladankalimantan.com—Ratusan jamaah dari berbagai desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis malam (13/07), kembali memadati Aula DPC PPP Batola untuk menghadiri acara majelis salawat dan pengajian akbar yang rutin berlangsung setiap malam Jumat.
Hadir dalam kegiatan tersebut, para habib seperti Al Habib Muhammad Anies Bin Salimin Bhalgaits Ba’awaly. Kemudian guru-guru agama seperti, Guru Ahmad Mubarak, Guru Mahmudin. Acara tersebut juga dihadiri tokoh masyarakat, dan jajaran DPC PPP Batola. Tampak pula Bacaleg PPP untuk DPR RI Ahmad Muzakir.
Antusias masyarakat yang mendatangi acara majelis Salawat dan pengajian akbar DPC PPP Batola cukup tinggi. Hal ini terlihat lokasi pengajian yang dipenuhi oleh para jemaah baik laki-laki maupun perempuan.

Sebagaimana biasa sebelum pengajian yang berlangsung usai salat Isya berjamaah tersebut, Guru Ahmad Mubarak memimpin pembacaan Maulid Habsy yang diiringi oleh grub maulid Abnaul Khair dari Anjir Serapat Baru, Handil Lama.
Pada pengajian kali ini, panitia menghadirkan pentauziah Habib Yusufi Bahasyim S.Pd.i asal Marabahan yang dalam tauziahnya mengangkat sejumlah tema salah satunya lima manusia yang ditangisi bumi saat meninggal dunia.
Mengawali tauziahnya, Habib Yusufi Bahasyim menyebutkan di akhir jaman akan terjadi yang namanya hancurnya amanah yang terjadi di seluruh lini kehidupan. “Sekarang ini banyak pejabat dan ulama yang tidak amanah. Mundurnya ahlak ini sebagai evaluasi diri kita semua agar terhindar dari hancurnya amanah”.
Selain itu, ada empat tanda-tanda kecil kiamat seperti, pertama diangkatnya ilmu oleh Allah SWT yang terlihat dari banyaknya ulama yang meninggal. Kemudian yang kedua, merajalelanya kebodohan, dan yang lebih parah adalah orang yang pandai bicara tanpa ilmu.
Ketiga, kata Habib Yusufi yakni, orang bebas minum khamar dan di mana-mana minuman khamar ini bebas diperjualbelikan. “Kemudian yang keempat adalah zina yang tampak di hadapan mata,” tambahnya.


Sementara itu, lima manusia yang kematiannya menjadi kehilangan bagi yang lain, sehingga kalau orang-orang seperti ini meninggal banyak yang bersedih dan menyesali kepergiannya termasuk juga bumi. Siapakah mereka?
Pertama, orang yang mengajarkan Alquran. Manusia yang mau mempelajari dan mengajarkan Alquran merupakan manusia terbaik.
Kedua, pahlawan yang pemberani. Dalam kehidupan ini manusia pasti mengidolakan para pahlawan yang mampu membantu mereka menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Pahlawan di sini bukan hanya pahlawan besar dalam level luas yang dengan gagah berani mengorbankan jiwa dan raganya untuk membela bangsa, negara ataupun agama.
Ketiga, ialah orang kaya yang dermawan. Banyak manusia yang diberi anugrah kekayaan oleh Allah, tapi tidak semuanya mau berbagi dengan orang lain. Ada diantara mereka yang lebih memilih untuk bakhil dengan kekayaannya, sehingga ia banyak dibenci orang.
Keempat, orang berilmu yang mengamalkan ilmunya. Di akhir zaman ini banyak orang yang berilmu, tapi tidak semua yang berilmu itu mampu mengamalkan ilmunya, termasuk dalam ranah agama.
Kelima, ialah pemimpin yang adil. Menjadi pemimpin bukanlah sesuatu yang mudah. Dalam konsep Islam tanggungjawab kepemimpinan bukan hanya di dunia, tapi sampai akhirat nanti. Ketika pemimpin yang adil seperti ini berpulang untuk menghadap Allah Sang Pencipta, pasti banyak yang menangis menyesali kepegiannya.
“Karena itu marilah kita do’akan para pemimpin kita agar menjadi pemimpin yang adil, yang mampu menyejahterakan rakyatnya dan bisa mengantarkannya selamat dunia akhirat”.
Usai tauziah, Al Habib Muhammad Anies Bin Salimin Bhalgaits Ba’awaly memimpin tahlil dan doa.


Sementara di akhir acara dilaksanakan pengundian untuk para bacaleg PPP dan jamaah yang akan melaksanakan aqiqah pada pengajian berikutnya. Selain itu juga dilakukan pengundian dengan hadiah berupa kulkas, televisi serta kipas angin bagi para jamaah. (red)














