Teladankalimantan.com – Ledakan petasan yang terjadi di Desa Jebengsari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang mengakibatkan belasan rumah rusak. Selain itu, seorang warga juga mengalami luka-luka dan harus mendapatkan pengobatan.
“Tadi kurang lebih pukul 21.00 WIB, terjadi ledakan yang diduga diakibatkan oleh obat petasan,” kata Kapolresta Magelang Kombes Ruruh Wicaksono kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (20/4/2023), dini hari.
Ruruh menambahkan, akibat ledakan tersebut belasan rumah rusak dan seorang warga mengalami luka. Total ada 13 rumah yang rusak, satu di antaranya rusak berat.
“Yang mengakibatkan satu korban mengalami lecet. Kemudian kerugian materiil satu rumah rusak berat, kemudian ada 12 rumah rusak ringan. Sekarang masih dalam pendataan,” tegasnya.
Hasil keterangan saksi di TKP, katanya, saat kejadian ada istri (dari EB) dan anak yang sedang memasak mi.
“Setelah itu tiba-tiba ada ledakan. Kita tanyakan yang bersangkutan setelah magrib suaminya sedang keluar,” tegasnya.
Sumber ledakan tersebut di rumah Eko Budi Wahyono (33). Saat kejadian diduga yang bersangkutan tidak ada di rumah. Kemudian yang di rumah istri dan anaknya.
Kondisi rumah tersebut rusak akibat ledakan. Kerusakan parah terlihat di bagian genting.
“Saya lagi rebahan tiba-tiba dengar suara ledakan,” kata Wahyu Shifa (20) kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (19/4/2023).
Pemilik Rumah Diamankan Polisi
Sementara itu, pemilik rumah yang menjadi lokasi sumber ledakan petasan diamankan di Polsek Salaman. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif.
Kapolresta Magelang Kombes Ruruh Wicaksono mengatakan EB saat ini sudah diamankan di Polsek Salaman.
“Suaminya saat ini sudah diamankan di Polsek Salaman. Yang bersangkutan mengakui membuat bahan-bahan petasan,” tegas Ruruh kepada wartawan di lokasi kejadian Dusun Kembang 1, Desa Jebengsari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Kamis (20/4/2023), dini hari.
Menurut Ruruh, pembuatan dilakukan di wilayah kecamatan lain. Kemudian dibawa lokasi kejadian sudah dalam bentuk petasan kecil-kecil yang diberi sumbu.
“Dari Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Jateng sudah turun ke TKP. Melakukan sterilisasi dari olah TKP ditemukan titik ledakan,” ujarnya.
Ruruh menyampaikan EB mengakui meletakkan meletakkan obat petasan yang sudah jadi di lokasi. Berat bahan petasan itu mencapai 8 kilogram.
“Kita tanyakan kepada pemilik rumah, suaminya korban tadi memang mengakui yang bersangkutan meletakkan obat petasan jadi kurang lebih 8 kg dari bahan-bahan yang dibuat,” tegasnya.
Selain itu, juga ditemukan satu karung petasan jadi. Petasan tersebut sudah diberi sumbu.
“Kita temukan juga satu karung petasan jadi ada sumbunya ukuran kecil. Kemudian ada satu kardus dan dalam tas kresek petasan sudah jadi ada bentuknya mercon renteng,” tuturnya. (Red)














