MARABAHAN,teladankalimantan.com-Produksi Krupuk Singkong Desa Sungai Gampa, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak hanya dipasarkan di wilayah Kalimantan Selatan saja, namun cakupan pemasarannya sudah merambah lintas Kalimantan, seperti ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Muhammad Hairun, salah satu pengolah Krupuk Singkong warga RT 01 Desa Sungai Gampa, Kecamatan Rantau Badauh, mengolah krupuk dari bahan singkong sudah dilakukannya puluhan tahun silam.
Bahkan, usaha tersebut sudah dilakoni keluarganya secara turun-temurun hingga saat ini.
Dari hasil penjualan Krupuk Singkong itu, Hairun mampu membiayai kehidupan tumah tangganya.
Sedangkan bahan baku berupa singkong didatangkan dari beberapa desa di Batola dan beberapa daerah di provinsi tetangga Kalimabtan Tengah.
“Usaha Krupuk Singkong ini sudah kami jalan turun temurun,” ujar Muhammad Hairun, ketika ditemui dirumahnya, Sabtu (24/02/2024).
Menurut dia, dalam sebulannya pihaknya menghasilkan sekitar empat pikul/ 400 kilogram sampai lima pikul/500 kilogram.
“Untuk satu pikul kita jual seharga Rp 1,4 juta atau Rp 14 ribu perkilo,” terang pria ramah ini.
Lebih lanjut dia mengemukakan, dalam pengembangan usaha pihaknya tidak pernah mendapatkan bimbingan dari dinas terkait.
“Usaha yang kita halankan murni hasil swadaya sendiri,” terangnya.
Begitu juga dari permodalan, papar dia, tidak ada yang meminjamkan dana usaha, namun sesuai kemampuan sendiri.

Terpisah, Roni, warga RT 01 Desa Sungai Gampa, Kecamatan Rantau Badauh menambahkan, usaga krupuk singkong sudah dijalankannya 13 tahun lebih.
” Usaha ini cukup lumayan bagi saya. Karena dalam satu bulan bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp1 juta,” ungkapnya.
Untuk jumlah produksinya, terang dia, tidak menentu karena tergantung dari ketersediaan bahan atau singkongnya.(red)















