Puruk Cahu, teladankalimantan.com– Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Debat Publik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Murung Raya 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Murung Raya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta sejumlah pihak terkait pada Senin, (7/10/2024).
Rakor yang dilaksanakan di ruang kerja Sekretaris Bakesbangpol ini bertujuan mematangkan berbagai persiapan teknis dan substansi debat publik, yang akan menjadi tahapan krusial dalam proses Pilkada tahun ini.
Ketua KPU Murung Raya, Okto Dinata, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa berbagai isu penting akan diangkat dalam debat publik mendatang. Isu-isu yang menjadi sorotan antara lain jaminan kesehatan, infrastruktur pendidikan, pengembangan sektor pariwisata, ketahanan pangan, serta penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.
Debat ini akan menjadi wadah bagi para calon untuk mempresentasikan visi mereka terkait pembangunan Murung Raya ke depan,ungkap Okto.
Lebih lanjut, Okto menegaskan bahwa KPU ingin memastikan para calon tidak hanya sekadar memaparkan visi, namun juga menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada.
Isu-isu ini akan menguji sejauh mana pasangan calon memahami dan siap memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat Murung Raya, tambahnya.
Selain itu, Asisten I Setda Kabupaten Murung Raya, Rahmat K. Tambunan, yang turut hadir dalam Rakor, menyampaikan bahwa fokus debat harus mencakup isu-isu utama dalam pemerintahan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pertanyaan dalam debat harus mampu mengungkap komitmen nyata para calon dalam menyelesaikan masalah-masalah daerah.
Saya sepakat dengan tema-tema yang disampaikan Ketua KPU. Debat ini harus diarahkan pada penilaian komitmen para calon terkait reformasi birokrasi, pelestarian adat budaya, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan penanggulangan kemiskinan ekstrem yang berkaitan erat dengan masalah stunting, jelas Rahmat.
Rakor ini diharapkan menghasilkan format debat yang komprehensif dan objektif, sehingga publik dapat memahami dengan jelas bagaimana setiap pasangan calon berencana mengatasi berbagai permasalahan daerah. (hlm)














