Teladan KalimantanTeladan KalimantanTeladan Kalimantan
  • Home
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Selatan
    • Pemprov Kalsel
    • Barito Kuala
    • Balangan
    • Banjar
    • Banjarbaru
    • Banjarmasin
    • Hulu Sungai Selatan
    • Hulu Sungai Tengah
    • Hulu Sungai Utara
    • Kotabaru
    • Tabalong
    • Tanah Bumbu
    • Tanah Laut
    • Tapin
  • Kalimantan Tengah
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangka Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Kalimantan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
  • Legislatif
  • Teladan TV
  • Lainnya
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Nasional
    • Serba Serbi
    • Sosok
Reading: Kisah Jenderal Benny Moerdani saat Mondok di Cepu
Teladan KalimantanTeladan Kalimantan
  • Home
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan
  • Legislatif
  • Teladan TV
  • Lainnya
  • Home
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Selatan
    • Pemprov Kalsel
    • Barito Kuala
    • Balangan
    • Banjar
    • Banjarbaru
    • Banjarmasin
    • Hulu Sungai Selatan
    • Hulu Sungai Tengah
    • Hulu Sungai Utara
    • Kotabaru
    • Tabalong
    • Tanah Bumbu
    • Tanah Laut
    • Tapin
  • Kalimantan Tengah
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Palangka Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Kalimantan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
  • Legislatif
  • Teladan TV
  • Lainnya
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Nasional
    • Serba Serbi
    • Sosok
Ikuti kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
© 2023-2026 Teladan Kalimantan. All Right Reserved
Home » Sosok

Kisah Jenderal Benny Moerdani saat Mondok di Cepu

Rabu 6 Maret 2024
Share

Teladankalimantan.com–JENDERAL TNI Leonardus Benyamin Moerdani sebagai jenderal anti-islam tak terbantahkan bagi banyak orang. Tapi siapa sangka, serdadu Baret Merah yang berpuluh tahun malang-melintang sebagai maestro intelijen itu ternyata pernah hidup di pondok pesantren?

Kisah ini terjadi berpuluh tahun silam. Benny, panggilan karib LB Moerdani , lahir pada 2 Oktober 1932 di Cepu, Blora, Jawa Tengah. Ayahnya, RG Moerdani Sosrodirdjo, seorang pegawai Nederland Indische Spoorweg Maatschappij alias perusahan kereta api Hindia Belanda. Adapun ibunya, Jeanne Roech, seorang peranakan Jerman yang berprofesi guru TK.

RG Moerdani seorang muslim, sementara Jeanne Katolik. Mereka tetap mempertahankan Agama masing-masing usai menikah. Hanya, seluruh anak dari perkawinan ini dibaptis sejak kecil.

Sebelum menikah dengan Jeanne, Moerdani Sosrodirdjo telah memiliki tiga anak laki-laki dari istri pertamanya yang meninggal dunia. Dengan Jeanne, lahir Benny Moerdani dan saudara-saudaranya. Di keluarga besar itu, Benny merupakan anak ke-6 dari 13 bersaudara. Jika ditarik dari garis ibu kandung (Jeanne Roech), Benny anak ke-3 dari 10 bersaudara.

Kehidupan era kolonial Belanda serbasulit. Benny kecil kerap berpindah-pindah tempat tinggal mengikuti tugas bapaknya. Pada masa itu, selain Cepu, Moerdani Sosrodirdjo pernah ditugaskan ke Semarang, Solo, hingga Bojonegoro. Mengingat situasi ekonomi zaman perang sangat susah, ditambah keluarga yang makin banyak, beban keluarga pun kian berat.

Pada 1930-an akhir hingga awal 1940-an, Benny dititipkan di Cepu. Di kota kecil penghasil minyak itu dia tinggal di rumah mertua ayahnya dari istri pertama.

“Di sana Benny sempat ikut mondok di Pondok Pesantren Assalam. Pondok yang dikelola Kiai Usman itu berjarak kurang dari 1 km dari rumah mertua ayahnya,” tutur Arief Usman, salah satu pengurus pondok yang juga cucu Kiai Usman. Cerita Arief ini tertuang dalam karya akademik Aulia Farah dari UNJ bertajuk “L.B Moerdani: Karier Militer dari Tentara Pelajar sampai Panglima ABRI (1945-1988)”, dikutip Rabu (5/3/2024).

Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid punya kisah tersendiri mengenai masa-masa Benny ‘nyantri’ di pondok tersebut. Kendati lahir, dibaptis kemudian menganut Katolik sebagaimana ibunya, berada di Pesantren Assalam bagi Benny ternyata memberikan kegembiraan.

Apa yang dirasakannya itu lantas diceritakan kepada Gus Dur, kelak ketika dia mengajak mantan ketua umum PBNU itu jalan-jalan ke Blora.

“Itulah masa yang paling berbahagia dalam hidupnya karena ia tinggal di sebuah pondok pesantren,” ucap Gus Dur dalam tulisannya ‘Orang Besar’, yang diunggah laman Gusdurian. Gus Dur mula-mula mengenal Benny pada 1975 pada suatu acara.

Pertemuan pertama itu, bagi Gus Dur, tak seperti dipersepsikan banyak orang. Benny yang oleh mayoritas publik dianggap angker dan misterius karena tak banyak senyum, justru sebaliknya.

Menurut cucu pendiri NU Hadaratusyekh Hasyim Asyari ini, jenderal ‘bertampang besi’ tersebut dengan ramah berbincang mengenai banyak hal, termasuk tentang pondok pesantren.

“Penulis agak terkejut, karena dia mengenal liku-liku pondok pesantren, dan menganggapnya sebagai institusi yang perlu tetap dipertahankan wujudnya di negeri kita,” tutur Gus Dur.

Dicap Memusuhi Islam

Hubungan Soeharto dengan kalangan Islam Indonesia diwarnai pasang-surut. Di awal pemerintahan Orde Baru, Harto banyak menekan kelompok muslim. Sikap ini diduga kuat karena latar belakangnya yang abangan, juga pemikirannya bahwa kelompok Islam sangat mungkin menghambat ambisi politiknya. Ketegangan makin terjadi karena banyak kebijakan Orba yang memojokkan bahkan mengucilkan Islam.

Situasi ini jelas berbalik drastis dengan harapan kelompok Islam ketika awal Orba. Kalangan muslim tatanan pemerintahan Soeharto lebih baik dibandingkan Demokrasi Terpimpin.

Nyatanya, Harto bukan saja menyingkirkan kepentingan-kepentingan PKI di pemerintahan. “Tetapi juga menyingkirkan kepentingan umat Islam yang dianggap pernah melanggar UUD 1945 dan Pancasila,” kata Muhammad Hisyam dalam ‘Krisi Masa Kini dan Orde Baru’.

Konsekuensi kebijakan Orba yang alergi terhdap Islam menyeret Benny. Sebagai jenderal di lingkaran inti Soeharto, tentara berwajah dingin itu dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari scenario ‘mengebiri’ kelompok Islam. Pendek kata, Benny pun dicap sebagai sosok anti-Islam.

Akademisi, pakar politik sekaligus wartawan senior Salim Said mempertegas persepsi tersebut. Menurutnya, di luar lingkumgan Presiden, musuh besar Benny adalah golongan Islam. Paling sedikit Benny dipersepsikan oleh mayoritas umat Islam Indonesia waktu itu sebagai musuh yang menakutkan.

Moerdani, kata dia, bukan tidak sadar akan posisinya yang sulit karena persepsi golongan Islam yang demikian. Karena itu, sejak lama Benny mendekati Gus Dur untuk melindungi dirinya dari tuduhan anti-Islam. Ketika Gus Dur mengadakan muktamar NU di Situbondo tahun 1984, mengutip Jusuf Wanandi, Moerdani membantunya habis-habisan.

Benny jelas tak mau dituding begitu saja. Mantan konsul jenderal di Seoul, Korsel itu menentang keras anggapan tersebut. “Kok saya yang dituduh anti-Islam. Soeharto itu yang anti-Islam,” kata Benny kepada Salim Said. Perbincangan ini ditulis Salim dalam bukunya, ‘Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto’ (hal 116).

Benny meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Minggu 29 Agustus 2004 karena sakit. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. (red/ist)

https://teladankalimantan.com/wp-content/uploads/2026/02/Blue-and-White-Modern-Aesthetic-Ramadan-Mubarak-teladankalimantan_50_50_50-1.mp4
Berita sebelumnya Sembilan Aksi Kecamatan Mekarsari Cegah Stunting
Berita selanjutnya Presiden Jokowi Tingkatkan Kerja Sama dengan Kamboja Saat Bertemu PM Hun Manet
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Dewan Minta Jabatan Eselon Masih Kosong di Pemkab Batola Segera Diisi
Barito Kuala Headline Legislatif Peristiwa
Pemkab Batola Safari Ramadhan 1447 Hijirah Bersama Perwakilan Kecamatan Belawang dan Kecamatan Jejangkit
Barito Kuala Kalimantan Selatan Peristiwa
Gubernur H Muhidin Ajak Seluruh Unsur Pemerintah dan Masyarakat Memperkuat Sinergi Membangun Daerah
Banjarmasin Kalimantan Selatan Pemprov Kalsel Peristiwa
Gubernur H Muhidin Sebut Inflasi di Kalsel Dipengaruhi Listrik dan Emas
Ekonomi dan Bisnis Kalimantan Selatan Pemprov Kalsel Peristiwa

Berita Menarik Lainnya

HeadlineSosok

Calon Bupati Haji Bahrul Ilmi: “Sangat Aneh Kalau Batola Tidak Makmur”

Kamis 13 Juni 2024
Sosok

Sosok Kakorlantas Polri Brigjen Aan Suhanan, Jenderal dengan Segudang Prestasi

Minggu 17 Desember 2023
Sosok

Profil Cyril Ramaphosa, Presiden Afsel yang Laporkan Israel Penjahat Genosida di PBB

Rabu 10 Januari 2024
HeadlineSosok

Ahdiah, Bacaleg PPP Batola yang Peduli Pendidikan Agama

Minggu 18 Juni 2023
Teladan KalimantanTeladan Kalimantan
Ikuti kami
© 2023-2026 Teladan Kalimantan. All Right Reserved
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Selamat Datang

Masuknya pelan-pelan saja ya....

Username or Email Address
Password

Kada Ingat Password