BANJARBARU,Teladankalimantan.com-Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kalimantan Selatan (Bakesbangpol Kalsel) Heriansyah menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel terus memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman narkoba melalui kolaborasi aktif bersama organisasi kemasyarakatan (ormas).
Heriansyah menegaskan, upaya pencegahan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman, produktif dan berdaya saing.
“Penyalahgunaan narkotika harus kita cegah bersama karena dampaknya sangat luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya, saat membuka Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Banjarbaru, Selasa (31/03/2026).
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam membangun ketahanan sosial masyarakat yang lebih kuat, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif akan bahaya narkoba.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, sebut dia, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan ormas, masyarakat diharapkan mendapatkan manfaat langsung berupa peningkatan edukasi, deteksi dini, serta penguatan peran komunitas dalam menjaga lingkungan masing-masing.
“Kolaborasi ini juga membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam gerakan P4GN, sehingga upaya pencegahan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Heriansyah menjelaskan, pemerintah daerah hadir sebagai fasilitator kebijakan yang mendukung upaya pencegahan, sementara BNN berperan dalam pelaksanaan program strategis.
Di sisi lain, papar dia, ormas menjadi ujung tombak di masyarakat dalam menyebarluaskan informasi, membangun kesadaran, dan melakukan kontrol sosial. Sinergi ini diyakini mampu menciptakan ekosistem sosial yang lebih tangguh terhadap ancaman narkoba.
Dampak positif pada sosialisasi, teramg ia, terlihat dari meningkatnya pemahaman peserta terhadap regulasi P4GN serta pentingnya pendekatan rehabilitatif bagi korban penyalahgunaan narkotika.
Dengan pemahaman tersebut, sambung dia, masyarakat diharapkan tidak lagi ragu untuk melaporkan kasus penyalahgunaan karena adanya jaminan penanganan yang lebih humanis dan berorientasi pemulihan.
Selain itu, tambah dia, forum sosialisasi ini menjadi wadah strategis bagi peserta untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring kerja sama lintas sektor.
“Kepedulian kita hari ini adalah investasi bagi masa depan bangsa yang lebih sehat, aman dan sejahtera,” demikian tutupnya.(red/MC Kalsel/Fuz)

























