MARABAHAN, teladankalimantan.com—Desa Pulau Sewangi di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan mendapat julukan “Desa Kampung Seribu Jukung”, pasalnya, di desa tersebut terdapat kerajinan tradisional masyarakat yang turun temurun, membuat jukung atau perahu bermesin khas Banjar.
Karena keunikan profesi masyarakatnya, tak heran desa ini kerap dikunjungi bukan hanya turis-turis lokal melainkan juga turis-turis mancanegara seperti dari Jepang, dan Australia serta negara-negara lainnya.
“Kalau berkunjung ke Pulau Sewangi, mata pencaharian masyarakatnya adalah membuat jukung atau perahu bermesin khas banjar yang terdapat di halaman masing-masing rumah warga,” kata Kepala Desa Pulau Sewangi Syarifah Saufiah S,Pd kepada teladankalimantan.com, belum lama ini.
Syarifah mengatakan, karena menjadi pusat pembuatan jukung terbesar yang ada di Kalsel, sehingga kerajinan pembuangan jukung ini mendapat pengakuan dan apreasiasi dari Geopark Meratus Unesco sebagai warisan budaya tradisional yang harus dipertahankan.

Sejumlah pihak juga turut mendukung desa wisata kampung seribu jukung ini, seperti dari Diskominfo Kalsel datang yang datang mensuport desa wisata, karena berseberangan dengan Banjarmasin.
Kemudian dari Dinas Perhubungan Kalsel juga mendukung membangun pelabuhan khusus untuk pariwisata Desa kampung seribu jukung ini.
“Kami sangat bersyukur, setelah dipilih Geopark Meratus Unesco, desa ini semakin dikenal dalam wisata pembuatan jukungnya. Geopark juga sangat membantu, bekerja sama dengan dinas terkait maupun dengan pihak Bank Indonesia (BI) yang menyalurkan bantuan mesin atau alat pembuatan limbah jukung untuk didaur ulang menjadi souvenir,” ucapnya.
Sekadar diketahui, di Desa Pulau Sewangi ini, turis lokal maupun mancanegara bisa melihat langsung proses pembuatan jukung tradisional.
Untuk menuju ke lokasi wisata ini, akses bisa ditempuh melalui darat dan sungai. Jika melalui darat, pengunjung bisa menempuh perjalanan menggunakan kendaraan roda dua dan empat.
Kemudian untuk roda dua pengunjung dari Banjarmasin bisa langsung menuju lokasi dengan naik fery penyeberangan e Desa Pulau Sewangi. Sementara untuk roda empat, bisa melalui rute lewat Jembatan Sei Alalak, Berangas, Pulau Sugara, hingga Desa Pulau Sewangi.
Kemudian untuk akses Sungai, biasanya wisatawan naik perahu yang dimulai dari Dermaga Siring, Banjarmasin atau Dermaga Pasar Terapung Kuin, kemudian menyusuri Sungai Barito melwati Alalak sampai ke Pulau Sewangi. (red)














