BANJARMASIN,teladankalimantan.com-
Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu tempat pemantauan hilal di Indonesia dari 134 titik tempat pemantauan hilal tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Dari hasil dari pemantauan hilal tersebut nantinya akan dilaporkan setelah acara Rukyatul Hilal kepada Menteri Agama RI sebagai bagian dari bahan penetapan (Itsbat) awal bulan Ramadhan 1445 Hijriyah.
“Berdasarkan pelaksanaan Rukyatul Hilal dilaksanakan Kanwil Kemenag Kalsel melalui Bidang Urais dan Binsyar dari Rooftop Hotel Zury Expres Banjarmasin, (Minggu 10/03/2026), hilal tidak terlihat,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan (Kakanwil Kemenag Kalsel) H Muhammad Tambrin.
Menurut dia, berdasarkan pemantauan bersama pada sore hari, hilal tidak terlihat karena tertutup awan.
“Oleh karena itulah penetapan awal Ramadhan 1443 H menunggu Keputusan Pemerintah RI dari Menteri Agama RI setelah pelaksanaan Sidang Itsbat Kemenag RI,” katanya.
Tambrin mengharapkan, kiranya pelaksanaan Ibadah Ramadhan 1445 H tahun 2024, umat muslim Indonesia khususnya, masyarakat Kalsel dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk, tertib, damai dan tentram.
“Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan contoh saling hormat-menghormati antar sesama dalam bingkai moderasi beragama,” ungkapnya.
Dia menilai, dinamika Sidang Itsbat menjadi sangat penting dilaksanakan, terlebih pada saat ini sudah diberlakukan kriteria Imkanurrukyat MABIMS terbaru.
” Tinggi hilal 3° (tiga derajat) dan sudut elongasi 6,4° (enam koma empat derajat), ini berdasarkan Surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tanggal 25 Februari 2022, Nomor B-79/DJ.III/HM.00/02/2022, perihal Pemberitahuan Penggunaan Kriteria Imkanur Rukyat MABIMS baru digunakan Pemerintah Republik Indonesia,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia mengapresiasi, adanya acara tersebut dan kehadiran bapak dan ibu sebagai suatu kepedulian terhadap khazanah keilmuan Islam, khususnya Ilmu falaq.
“Terlebih kegiatan Hisab dan Rukyat merupakan bagian tidak dapat dipisahkan dari penentuan ketetapan awal bulan Hijriyah, khususnya awal bulan Ramadhan tahun 1445 Hijriyah,” terangnya.
Tambrin berharap, semoga Allah SWT memberkati bangsa dan negara Indonesia dan memohon Ridho-Nya.
“Sehingga, kita bisa menjaga kerukunan bersama khususnya di Kalimantan Selatan Babussalam, Amin Allahumma Amin,” harapnya
Turut hadir dikegiatan Hisab Rukyat tersebut Perwakilan dari Biro Kesra Setdaprov Kalsel, Pengadilan Tinggi Agama Kalsel, Kepala Stasiun Metereologi Kelas II Saymsuddin Noor BMKG, Ketua Majelis Ulama Indonesia dalam hal ini Ketua Komisi Fatwa MUI Kalsel, Ketua Pengadilan Agama Kota Banjarmasin, Ketua Lajnah Falakiyah PWNU Kalsel serta anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Kalsel.(red/Kemenag Kalsel)














