KUALA KAPUAS–
Kejuaraan Pencak Silat Dandim 1011 KLK Cup 2025 yang digelar selama empat hari di Aula Rumah Jabatan Bupati Kapuas resmi ditutup pada Minggu, 4 Agustus 2025. Penutupan dilakukan oleh Dandim 1011/KLK yang diwakili Perwira Penghubung Pulang Pisau, Mayor Arh. Yulius.
Sebanyak 360 pesilat dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka bertanding dalam 32 kategori yang dibagi berdasarkan golongan usia.
Turut hadir dalam penutupan kegiatan ini antara lain Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kapuas Vitrianson, perwakilan IPSI Provinsi Kalteng Satria, perwakilan KONI Kapuas Fitria Ulfah, para ketua perguruan pencak silat, Pasintel, dan sejumlah pejabat lainnya.
Dalam sambutan tertulis Dandim 1011/KLK Letkol Inf. Pamungkas Army Saputro yang dibacakan oleh Mayor Yulius, disampaikan bahwa kejuaraan ini tidak hanya bertujuan untuk prestasi, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi, pembinaan karakter, dan pelestarian olahraga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Pesan khusus juga diberikan kepada para atlet, agar yang berhasil meraih medali tidak merasa sombong, dan yang belum berhasil agar terus semangat berlatih untuk meningkatkan kemampuan demi hasil yang lebih baik ke depannya.
Dalam hasil akhir kejuaraan, Pagar Nusa Cabang Kapuas berhasil keluar sebagai Juara Umum dengan perolehan 43 medali yang terdiri dari 15 emas, 14 perak, dan 14 perunggu. Di posisi kedua Tapak Suci Cabang Kapuas dengan 9 emas, 6 perak, dan 2 perunggu, disusul PSTK Palangkaraya dengan 8 emas, 7 perak, dan 10 perunggu.
Penyerahan piala untuk juara umum 1, 2, dan 3 masing-masing dilakukan oleh Vitrianson, Mayor Yulius, dan Fitria Ulfah. Selain medali dan piagam, para juara juga menerima uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Kejuaraan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan lebih meriah pada tahun-tahun mendatang dengan jumlah peserta yang lebih banyak. (nas/hr)

























