PALANGKA RAYA –
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah kembali menunjukkan ketegasan dalam mengusut kasus dugaan korupsi bernilai fantastis Rp1,3 triliun yang melibatkan PT Investasi Mandiri (IM). Pada Selasa (9/9/2025), tim penyidik menyita pabrik zircon milik perusahaan tersebut yang berada di Desa Tumbang Empas, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas.
Tak hanya pabrik, berbagai barang penting yang diduga terkait perkara juga ikut diamankan. Di antaranya 48 shaking table, genset berkapasitas besar, lima unit dryer lengkap dengan conveyor, puluhan jumbo bag berisi zircon, ilmenite, dan rutil, serta sejumlah dokumen vital.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalteng, Wahyudi Eko Husodo, menyebutkan bahwa penyitaan dilakukan oleh tim gabungan bersama Asisten Intelijen Hendri Hanafi, Kasidik Eko Nugroho, serta Kasi Penkum Dodik Mahendra.
“Belum ada penetapan tersangka. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan BPKP untuk menghitung potensi kerugian negara. Jika hasilnya sudah jelas dan alat bukti kuat, tentu akan ada penetapan tersangka,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).
Sementara itu, Hendri Hanafi menegaskan bahwa penyidik terus menelusuri aset-aset milik PT IM guna melengkapi pembuktian perkara.
“Penyidik masih berupaya mengumpulkan alat bukti dan menelusuri aset yang berkaitan dengan perkara ini,” katanya.
Diketahui, kasus ini bermula dari dugaan penyimpangan dalam penjualan dan ekspor zircon, ilmenite, dan rutil sejak 2020 hingga 2025. Meski PT IM mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) zircon seluas 2.032 hektare di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, perusahaan diduga menggunakan persetujuan RKAB dari Dinas ESDM Kalteng sebagai kedok aktivitas ilegalnya.
Menariknya, Annual Report PYX Resources 2024 yang tercatat di Bursa Saham Australia dan London mencatat PT IM sebagai salah satu aset mereka. Bahkan, kantor PT IM dan PYX Resources di Palangka Raya diketahui berlokasi di tempat yang sama.
Kasus ini pun semakin menjadi sorotan publik, mengingat nilai kerugian yang ditaksir mencapai triliunan rupiah. (zal)














