Teladankalimantan.com – Layanan katering untuk jemaah haji di Makkah Arab Saudi akan dihentikan sementara selama tiga hari. Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag), Arsad Hidayat, mengatakan, layanan katering di Makkah akan dihentikan sementara. Yaitu pada tanggal 7 Zulhijjah serta 14 dan 15 Zulhijjah 1444 H.
“Menjelang dan setelah puncak haji, layanan katering di Makkah akan dihentikan sementara. Yaitu pada tanggal 7 Zulhijjah serta 14 dan 15 Zulhijjah 1444 H,” ungkap Arsad Hidayat di Madinah.
Arsad menjelaskan bahwa penghentian sementara layanan katering pada tanggal-tanggal tersebut disebabkan oleh kondisi di Makkah yang sudah sangat padat. Jemaah haji dari seluruh dunia telah berada di Makkah, sehingga sering terjadi kemacetan yang membuat distribusi katering tidak memungkinkan dilakukan.
“Wilayah yang dekat saja harus ditempuh dalam waktu lama. Jika ada layanan katering, kemungkinan akan terlambat sampai kepada jemaah,” tambahnya.
Selama periode penghentian sementara layanan katering, jemaah haji dapat membeli makanan dari sejumlah pedagang yang berjualan di sekitar hotel mereka.
Namun, pada fase puncak haji, yaitu tanggal 8 hingga 13 Zulhijjah, jemaah tetap mendapatkan layanan katering. Layanan tersebut diberikan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah bekerja sama dengan muassasah/masyariq untuk menyiapkan 16 kali layanan katering pada fase Armuzna,” tegas Arsyad.
Bagi jemaah yang pulang ke Makkah pada tanggal 12 Zulhijjah, mereka juga belum mendapatkan layanan katering di hotel mereka. Hal ini dikarenakan layanan katering masih difokuskan di Mina.
“Layanan katering di hotel di Makkah akan mulai diberikan kembali pada tanggal 16 Zulhijjah 1444 H. Layanan ini akan diberikan kepada jemaah yang belum menggunakan seluruh paket katering mereka sebanyak 66 kali makan di Makkah,” paparnya.

Untuk diketahui, PPIH Arab Saudi telah menyiapkan paket konsumsi sebanyak 66 kali makan untuk jemaah haji selama berada di Makkah. Paket makanan tersebut dibagikan kepada jemaah tiga kali sehari sejak awal kedatangan mereka di Kota Kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Menurut Arsad Hidayat, rata-rata layanan katering bagi jemaah haji di Makkah berlangsung selama 22 hari. Namun, ada fase di mana layanan katering jemaah di Makkah akan terpaksa dihentikan sementara.
Jemaah haji Indonesia akan berkumpul di Makkah jelang pelaksanaan wukuf pada 9 Zulhijjah. Ada 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia dan kondisi Makkah sangat padat. (Red)














