PELAIHARI, teladankalimantan.com–
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan membacakan amanat Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, kebakaran hutan dan lahan telah menjadi isu kritikal dan ancaman ekologis bersifat periodik, khususnya menjelang musim kemarau di Indonesia.
Kapolda juga menekankan, fenomena tersebut bukan sekadar peristiwa alamiah, melainkan sebuah kejadian kompleks berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan, mulai dari aspek sosial kemasyarakatan, stabilitas pemerintahan, aparat keamanan hingga sektor-sektor strategis lainnya.
Lebih lanjut, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengungkapkan, berdasarkan proyeksi dari BMKG, pada periode Juli hingga September 2025, risiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan akan mengalami eskalasi dan perluasan ke wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua.
Provinsi-provinsi seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua Selatan, Kalsel dan Bangka Belitung, jelas dia, diidentifikasi sebagai zona dengan tingkat kerawanan tertinggi.
“Oleh karena itu, mari kita terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam memantau dinamika iklim serta potensi Karhutla di wilayah kita. Penyampaian informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat serta para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam upaya mitigasi risiko dan dampak Karhutla secara efektif,” ujar Kapolres Tanah Laut mengutip amanat Kapolda, pada apel kesiapsiagaan dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Tahun 2025, di halaman Mapolores Tanah Laut, Senin (26/05/2025).
Selain itu, Kapolda juga mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dalam penanggulangan Karhutla dengan semangat kebersamaan yang tercermin dalam moto Provinsi Kalimantan Selatan, “Kayuh Baimbai” berarti “Bergerak Bersama Menuju Kemajuan dan Keberlanjutan Pembangunan Banua”.
Sebelum mengakhiri amanatnya, Kapolres Tanah Laut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan berkomitmen dalam penanggulangan Karhutla.
Dia percaya dengan kerja kolektif berkesinambungan, bencana Karhutla dapat diminimalkan secara signifikan.
Dia berharap, dengan upaya bersama, risiko kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi dengan lebih efektif, menjaga kelestarian alam dan kenyamanan masyarakat.
Apel tersebut dihadiri berbagai elemen terkait, termasuk TNI, BPBD, Sat Pol-PP dan Damkar, Manggala Agni serta instansi terkait lainnya.
Kegiatan tersebut menandai kesiapan Polres Tanah Laut dan seluruh instansi terkait dalam menghadapi potensi ancaman Karhutla di tahun 2025.(red/rilis)















