PELAIHARI,teladankalimantan.com- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (Kanwil DJPb Kalsel) bersinergi dengan Jurusan Teknologi Industri Pertanian Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) untuk mendukung ketersediaan pangan di Wilayah Tanah Laut, Kamis (29/08/2024)
“Di tahun 2024 ini Tanah Laut ditetapkan sebagai salah satu kabupaten penghitung inflasi nasional. Semua pihak mempunyai peran penting dalam pengendalian inflasi agar tetap terjaga,” jelas Kakanwil DJPb Kalsel, Syafriadi.
Data infllasi per Juli 2024 dirilis Badan Pusat Statistik Tanah Laut, sebut dia, berada di level 0,83 persen (year on year).
“Inflasi tersebut cukup terkendali paling rendah se-Kalsel dan sejak bulan Februari 2024 masih berada di bawah tingkat inflasi Kalsel dan Nasional,” terangnya.
Dari terobosan modernisasi sarana pembelajaran Polita tersebut, ucap Kepala Kanwil DJPb Kalsel, akan mendorong pemerintah provinsi untuk mengadaptasi terobosan sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan pangan guna pengendalian inflasi di wilayah Kalsel.
“Ketersediaan gudang penyimpanan seperti cold storage dimiliki Politala, dengan sebaran lebih banyak dan mudah diakses oleh masyarakat harapannya dapat digunakan untuk mendukung program pembiayaan kepada para peternak melalui Skema Subsidi Resi Gudang (SSRG),” imbuhnya.
Pembiayaan dengan mekanisme SSRG, sambung dia, memberikan kemudahan bagi para peternak untuk menyimpan hasil ternaknya di gudang ketika terjadi supply berlebih dan permintaan menurun yang mengakibatkan anjloknya harga.
Kemudian dari hasil ternak yang disimpan di gudang tersebut, terabg dia, akan diterbitkan jaminan resi gudang kepada leternak dan dapat digunakan sebagai bukti kepemilikan atas barang untuk agunan pembiayaan dengan suku bunga ringan, bebas biaya provisi dan administrasi.
Sementara, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pelaihari, Muhammad Falih Ariyanto menyampaikan, DJPb di tahun 2024 ikut serta sebagai anggota dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan memastikan alokasi APBN berada di satuan kerja dapat dieksekusi dengan baik untuk mendukung strategi pengendalian inflasi di masing-masing wilayah kerjanya.
Walaupun terhitung rendah, jelas dia, inflasi di bulan Juli erjadi di Tanah Laut, dikontribusi beberapa kelompok komoditas seperti makanan, minuman dan tembakau, daging ayam ras menjadi salah satu komoditas memberikan andil dalam perhitungan kenaikan indeks harga konsumen.
Politala sebagai perguruan tinggi negeri di Tanah Laut dan mempunyai jurusan Teknologi Industri Pertanian, papar dia, mempunyai peran strategis dalam membantu ketersediaan pangan, khususnya ketersediaan pasokan ayam melalui terobosan modernisasi laboratorium pembelajaran program studi teknologi pakan ternak.
“Kunjungan Kakanwil DJPb Kalsel, Syafriadi ke Politala dalam rangka penguatan peran dan fungsi Kanwil DJPb Kalsel dan KPPN Pelaihari sebagai Regional Chief Economist (RCE) di Kalsel,” katanya.
Direktur Politala, Hj Mufrida Zein mengatakan, laboratorium telah selesai dibangun tersebut seluruhnya berasal dari dana APBN senilai Rp1,9 miliar, berupa pengadaan peralatan produksi pakan ternak dengan kapasitas produksi tiga ton per hari dan cold storage dengan kapasitas penyimpanan 10 ton.
“Dengan ketersediaan alat produksi pakan ternak dan penyimpanan hasil ternak unggas dapat membantu untuk memenuhi ketersediaan pangan serta menjaga keterjangkauan harga pakan ternak di masyarakat,” harapnya(red/ril)














