MARABAHAN, teladankalimantan.com- Pada kampanye dialogis pasangan Calon Bupati Barito Kuala (Batola) dan Wakil Bupati Batola nomor urut satu, H Bahrul Ilmi dan Herman Susilo (BAIMAN), di Komplek Grand Aldi Desa Puntik Dalam, Kecamatan Mandastana, Batola bertekad melakukan perubahan, di bidang pemerintahan, pembangunan, lowongan pekerjaan dan pelayanan publik kepada masyarakat, Jum’at (18/10/2024).

Calon Wakil Bupati Batola, Herman Susilo mengatakan, masalah di Kabupaten Batola yang utama adalah, lowongan pekerjaan.
“Masalah ini paling banyak dan di tempat kita lowongan pekerjaan ini susah,” ujarnya.
Menurut dia, hal tersebut merupakan tanggungjawab pihaknya kedepan apabila diamanahkan memimpin Kabupaten Batola.
“Membuka lowongan pekerjaan bagi warga Batola tersebut melalui pembangunan kawasan industri, pelabuhan dan UMKM,” ucapnya.
Selain itu, ungkap Herman Susilo, pihaknya juga berencana menggaet investor untuk membangun di Kabupaten Batola.
“Karena kalau tidak ada investor percuma pembangunan, maka kita perlu investor,” terangnya.
Ditambahkan Calon Bupati Batola, H Bahrul Ilmi, bagaimana caranya nsnti 12 kabupaten/kota ketergantungan dengan Kabupaten Batola.

“Kabupaten Batola mau saya bikin seperti itu. Kalau sudah 12 kabupaten/kota ketergantungan dengan Kabupsten Batola, maka Batola ujung tombak ekonomi dan menjadi nomor satu,” CEO PT Teladan Makmur Jaya.
Dia yakin, Kabupaten Batola ada perubahan besar dari segi jalan, pendidikan, kesehatan dan lainnya.
“Ini sudah ulun (saya) fikirkan matang-matang Insha Allah Kabupaten Batola menjadi kabupsten terbaik dari 12 kabupaten/kota lainnya di Kelsel,” tegas Ketua DPC PPP Batola diamini warga.
Dalam kampanye dialogis tersebut diisi dengan tanya jawab antara warga dan pasangan calon kepala daerah.
Ustadz Haidir, warga Desa Puntik Dalam mrngungkapkan, apabila H Bahrul Ilmi dan Herman terpilih memimpin Batola bisa memberikan semangat guru MI untuk mengajar karena saat ini honor mereka masih minim.
“Mudah-mudahan bila pian terpilih bisa membangun dan memberikan semangat guru yang mengajar,” ujarnya.
Menurut dia, di Komplek Grand Aldi ada perkumpulan Maulid Habsyi Al-Hidayah berkeinginan memiliki peralatan Habsyi seperti, terbang dan soundsystem.
Sementara, Listika, warga Desa Puntik Tengah memohon kepada H Bahrul Ilmi membantu peralatan soundsystem karena sangat diperlukan sekali kelompok pengajian/yasinan
mereka.(red)














