MARABAHAN, teladankalimantan.com-
Kampanye dialogis pasangan Calon Bupati Barito Kuala (Batola) dan Calon Wakil Bupati Batola Tahun 2024-2029 nomor urut 1 BAIMAN (H Bahriul Ilmi-Herman Susilo), di Desa Anjir Muara Kota, Kecamatan Anjir memaparkan program kerja dan menerima masukan-masukan dari warga Desa Anjir Muara Kota, Senin (21/10/2024).

Calon Wakil Bupati Batola, Herman Susilo mengatakan, program yang pihaknya ciptakan agar permasalahan yang ada di daerah-daerah bisa langsung diketahui dan bisa langsung diperbaiki.
“Dari program yang kita buat tentu banyak kendala-kendala perlu kita perbaiki dan beberapa poin menjadi catatan kami,” ujar Herman Susilo.
Yang pertama, menurut dia, lowongan pekerjaan yang menjadi isu besar di Batola.
“Untuk itu kami berdua berupaya untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Dari program, kita terfokus pada pembangunan pelabuhan terpadu,” ucapnya.
Karena, jelas dia, kawasannya sudah ada dan akan berkoordinasi dengan investor-investor luar untuk membangun di Kabupaten Batola.
“Ini penting karena dari pelabuhan kita bangun nanti tentu akan menyerap tenaga kerja yang banyak,” katanya.
Dijelaskannya, pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Batola terbilang kecil sekitar Rp 200 miliar pertahun.
“Padahal untuk gaji ASN di Pemkab Batola Rp 700 miliar, sehingga masih kurang Rp 500 miliar. Gimana kita mau membangun kalau uangnya tidak ada. Ini lah peran kita sebenarnya potensi atau kekuatan dari Batola masih ada dan masih bisa kita manfaatkan” terangnya.
Jadi potensinya masih besar di Batola, sambungnya, namun hal itu tergantung pemikiran semua pihak bagaimana menciptakan PAD sangat besar tersebut.
“Banyak sekali potensi-potensi yang perlu kita tangani dengan serius,” tandasnya.

Ditambahkan Calon Bupati Batola, H Bahrul Ilmi, 12 program pasangan BAIMAN untuk kepentingan dan kebaikan masyarakat se-Batola.
“Ulun (saya) juga sepakat minta masukan dari tokoh-tokoh masyarakat program ini yang kita jalankan nanti adalah, salah satu trobosan untuk kemaslahatan kita se-Kabupaten Batola,” tegas Ketua DPC PPP Batola.
Diantara 12 program tersebut, papar CEO PT Teladan Makmur Jaya, ada program pertanian, perbaikan jalan, kesehatan pupuk bersubsidi, pelayanan publik, kesehatan, keagamaan dan pendidikan.
“Dari suara pian barataan (anda sekalian) menjadikan Kabupaten Batola lebih baik untuk perubahan karena yang lebih tahu permasalahan di desa ini buhan pian (anda semua). Ulun ini siap membahagiakan buhan pian barataan,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, Zainal Arifin, warga Desa Anjir Muara Kota memberikan masukan agar di Kabupaten Batola bisa didirikan pembangunan pabrik jus, sehingga hasil jeruk tidak dikirim ke Jawa.
“Mudah-mudahan kalau bapak terpilih bisa menarik investor untuk membangun pabrik jus. Dari pembangunan tersebut bisa membuka lapangan pekerjaan,” pintanya.
Selain itu, dia juga memberikan masukan telah berdirinya kesenian Kuntau, namun untuk alat musik pendukung masih perlu bantuan.
“Biasanya kalau kedatangan tamu istimewa, baik itu bupati dan lainnya kami siap menyambut dengan kesenian Kuntau,” ungkapnya.
Menjawab masukan tersebut, H Bahrul Ilmi sepakat jus jeruk dikemas dengan botol atau gelas.
Jadi, jelas dia, kalau ingin membangun pabrik jus di Anjir sangat strategis karena berada di tengah-tengah.
Sedangkan untuk kesenian Kuntau, terangnya, merupakan seni beladiri bermanfaat.(red)














