JAKARTA, teladankalimantan.com – Sebanyak tiga pasang calon presiden dan wakil presiden bertarung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Drama mewarnai sejumlah sosok memperebutkan tiket untuk berkontestasi di ajang demokrasi 5 tahunan tersebut.
Ketiga paslon tersebut adalah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, serta Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Anies-Muhaimin Iskandar yang menjadi paslon nomor urut 1 diusung oleh Partai Nasdem, PKB, dan PKS. Prabowo-Gibran yang merupakan paslon nomor urut 2 diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, Demokrat, serta didukung PBB, Gelora, Partai Garuda, PSI. Terakhir, Ganjar-Mahfud yang menjadi paslon nomor urut 3 diusung PDIP, PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura.
Anies-Muhaimin Iskandar
Anies menjadi sosok pertama yang diumukan menjadi bakal calon presiden (bacapres) pada Oktober 2022. Anies yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta diumumkan menjadi bacapres dari Partai Nasdem.
“Nasdem melihat sosok Anies Baswedan, kami mempunyai keyakinan, pikiran-pikiran perspektif baik secara makro maupun mikro sejalan dengan apa yang kami yakini,” ujar Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat deklarasi di DPP Partai Nasdem, Jakarta, Senin (3/10/2022).
Meski menjadi sosok pertama yang diumumkan menjadi capres, sosok yang bakal mendampingnya saat itu terus tarik ulur. Nama yang gencar digadang-gadang menjadi pendamping Anies ialah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Namun, nama AHY tak kunjung diumumkan menjadi cawapres. Malah kubu koalisi Anies meminang Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjadi cawapres.
Orang dekat Anies, Sudirman Said menyebut usulan AHY untuk menjadi cawapres tak kunjung disepakati semua pihak. “Perbedaan pandangan antar partai ini belum menemukan titik temu. Karena belum terjadi kesepakatan, proses penentuan calon wakil presiden tidak bisa diputuskan,” tuturnya pada 31 Agustus 2023.
Nama Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang tiba-tiba muncul diumumkan menjadi cawapres.
Sebelumnya, Cak Imin santer dikabarkan menjadi pendamping Prabowo pada Pilpres 2024. Koalisi antara Partai Gerindra dan PKB telah berlangsung sejak lama. Namun, Cak Imin tak kunjung diumumkan menjadi cawapres.
Bergabungnya Partai Golkar dan PAN mengusung Prabowo sebagai capres disinyalir membuat PKB kecewa. Kemudian, sebagaimana diketahui PKB merapat ke koalisi Nasdem dan PKS untuk mengusung Anies, yang lalu berpasangan dengan Cak Imin. Sebaliknya, Partai Demokrat yang sebelumnya berada di barisan Anies, merapat mendukung Prabowo.
Prabowo-Gibran
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan akan kembali maju sebagai capres pada Pilpres 2024. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam pidatonya di Rapimnas Partai Gerindra.
“Saya menyatakan bahwa dengan penuh rasa tanggung jawab, saya menerima permohonan saudara untuk bersedia dicalonkan sebagai calon presiden Republik Indonesia,” ujar Prabowo saat pidato di Rapimnas Partai Gerindra, SICC, Jawa Barat, Jumat (12/8/2022) malam.
Perjalanan Prabowo untuk mencari sosok pendamping tidak terburu-buru. Sejumlah nama silih berganti diisukan akan menjadi pendamping Prabowo Subianto, di antaranya Cak Imin dan Erick Thohir.
Bahkan, ia menjadi sosok terakhir yang mengumumkan wakilnya, yakni Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Hal ini disinyalir membuat hubungan antara PDIP dan Jokowi tidak seperti semula.
Bisa dibilang pasangan ini cukup kontroversial. Nama Gibran yang telah masuk bursa cawapres dari berbagai lembaga survei akhirnya menjadi pendaming Prabowo. Gibran berhasil mendapat tiket cawapres setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
MK mengabulkan permohonan materiil Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) soal batas usia capres-cawapres yang diajukan oleh Almas Tsaqibbirru Re A. Dalam perkara nomor 90/PUU-XXI/2023 itu, Almas Tsaqibbirru Re A meminta MK mengubah batas usia minimal capres-cawapres menjadi 40 tahun atau memiliki pengalaman sebagai kepala daerah baik tingkat provinsi, kabupaten atau kota.
“Mengabulkan Permohonan Pemohon untuk sebagian,” ujar Ketua MK, Anwar Usman dalam sidang pembacaan putusan di gedung MK, Jakarta Pusat, Senin, (16/10/2023).
Putusan MK ini membuka jalan Gibran menjadi cawapres untuk mendamping Prabowo. Keputusan ini disambut berbagai demonstrasi mahasiswa.
Ketua MK Anwar Usman yang merupakan paman Gibran, dicopot dari jabatannya oleh Majelis Kehormatan MK (MK) karena melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik. Ketua MKMK Jimly Ashhiddiqie dalam amar putusan menjatuhkan sanksi pemberhentian Anwar Usman dari jabatan Ketua MK.
“Hakim terlapor terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik dan perilaku Hakim Konstitusi,” ujar Jimly dalam amar putusan MKMK yang dibacakan saat sidang di Gedung MK, Jakarta, Selasa (7/11/2023).
MKMK memandang Anwar sebagai hakim terlapor terbukti melakukan pelanggaran berat kode etik dan perilaku hakim konstitusi. “Menjatuhkan sanksi pemberhentian dari jabatan ketua MK kepada hakim terlapor,” ujar Jimly.
Ganjar-Mahfud MD
Perjalanan berliku dilalui Ganjar untuk menyabet tiket capres dari partainya bernaung, PDIP. Sebelum nama Ganjar diumumkan menjadi capres, nama Ketua DPR Puan Maharani digadang-gadang menjadi sosok yang diusung PDIP di Pilpres 2024. Nama keduanya tersebut mencuat menjadi calon dari PDIP.
Hingga akhirnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan bahwa pihaknya mengusung Ganjar sebagai capres.
“Dengan mengucap bismillahirohmannirohim, menetapkan saudara Ganjar Pranowo sekarang Gubernur Jateng sebagai kader dan petugas partai untuk ditingkatkan penugasan sebagai calon presiden RI dari PDIP,” ujar Megawati dalam di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat yang ditayangkan secara daring, Jumat (21/4/2023).
Usai Ganjar diumumkan menjadi capres, sosok pendamping terus digodok. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada 5 Juli 2023 menyebut, ada 10 nama yang dikantongi untuk menjadi pendamping Ganjar. Selang beberapa hari kemudian pada 23 Juli 2023, Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyebut nama calon pendamping Ganjar mengerucut menjadi 5.
“Pak Sandiaga, Pak Erick Thohir, Pak Andika (Perkasa-red), Mas AHY, Cak Imin,” ungkapnya.
Penentuan cawapres Ganjar disebut berada di tangan Megawati Soekarnoputri. Hingga akhirnya , Megawati mengumumkan nama Mahfud MD. Sebelumnya, nama Mahfud MD tidak termasuk dalam daftar yang disebutkan Puan.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim maka calon wakil presiden yang dipilih PDIP yang akan mendampingi bapak Ganjar Pranowo adalah bapak Profesor Mahfud MD,” ujar Megawati, pada 18 Oktober 2023.
Megawati mengumumkan alasan dipilihnya Mahfud MD menjadi cawapres. Ia menilai Mahfud sebagai intelektual mumpuni dan segudang pengalaman.
“Sosok dengan pengalaman lengkap di lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Prof Mahfud juga dikenal rakyat sebagai pendekar hukum dan pembela wong cilik,” tutur Megawati.
Mahfud sendiri pada Pilpres 2019, disebut sebagai sosok kuat yang akan mendampingi Jokowi. Namun, pada detik-detik terakhir, dirinya tidak diumumkan menjadi cawapres. (red/ist)














