MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis PMD) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Mohammad Aziz mengatakan, ada lima indikator besar kecilnya Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Batola.
“Lima indikator tersebut diantaranya, luas wilayah, jumlah penduduk miskin, keterjangkauan geografis,” ujar Mohammad Aziz, Senin (06/01/2025).
Menurut dia, untuk di Kabupaten Batola nilai terendah ADD sebesar Rp400 juta dan tertinggi Rp600 juta.
“Sedangkan Dana Desa (DD) jumlahnya lumayan besar dari ADD jumlahnya antara Rp800 juta hingga Rp1,3 miliar,” ungkap Kadis PMD Batola.
Dijelaskannya, untuk realisasi anggaran dikucurkan per triwulan untuk ADD dan DD dikucurkan dalam tiga tahapan.
“Kalau DD ada aturan tersendiri dan ADD juga ada aturan tersendiri,” teranya.
Untuk ADD, ucapnya, harus melampirkan SPJ tahun sebelumnya, kalau selesai baru bisa dicairkan.
“Tahap kedua minimal 40 persen tahap pertamanya sudah di SPJ-kan dan tahap ketiga minimal 75 persen tahap kedua sudah di SPJ-kan,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, hingga Tahun 2024 ada 56 Desa Mandiri di Kabupaten Batola.
“Dari 195 desa di Kabupaten Batola ada 56 desa sudah berstatus Desa Mandiri,” tegas Mohammad Aziz.
Kemudian, papar dia, di Tahun 2025 akan ditambah nilai indikator kompositnya, maka ada kemungkinan terjadi penurunan.(red)














