MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Kepala Dinas Kesehatan Kabupsten Barito Kuala (Kadinkes Batola), Sugimin mengatakan, ada tiga dari 12 indikator umur harapan hidup di Batola perlu di tingkatkan .
“Sembilan indikator dari 12 indikator kita bisa bersaing, tapi ada tiga indikator tidak bisa bersaing,” ujar Sugimin, Minggu (02/02/2025).
Menurut dia, tiga indikator umur harapan hidup tersebut adalah, jumlah tenaga kesehatan.
“Kita jumlah tenaga kesehatan selalu berkurang karena pindah ke Banjarmasin dan Banjarbaru,” ungkapnya.
Salah satu contoh di Kecamatan Tabunganen, jelas dia, desanya ada 14 bidannya hanya ada tujuh.
Indikator kedua kenapa umur harapan hidup di Batola rendah, sebut Sugimin, karena rendahnya air bersih dan sanitasi.
“Air bersih ini nanti kita garaf dari Dinas Kesehatan melalui peraturan bupati melalui program Semangat Baja. Artinya, semua masalah sehat perlu jamban,” tegas Sugimin.
Sedangkan sanitasi, sambung dia, Dinkes Batola dan Dinas PMD Batola berkolaborasi untuk mewajibkan setiap desa setiap membangun 10 jamban.
“Dengan satu desa 10 jamban, maka kita setahun ada tambahan 2.000 jamban, sehingga apabila lima tahun ada 10.000 jamban,” tandasnya.
Kemudian, papar Kadinkes Batola, dengan program tersebut diharapkan angka umur harapan hidup bisa mengalami lonjakan.
“Saat angka umur harapan hidup di Batola berada pada angka 72 sementara kabupaten tetangga kita berada diangka 75. Untuk angka umur harapan hidup di Kalsel Kabupaten Batola berada di rangking 12 dari 13 kabupaten/kota,” demikian tutup Sugimin.(red)














