BANJARMASIN,teladankalimantan.com-
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala (Kadinkes Batola), Sugimin mengatakan, untuk memenuhi amanah tertuang dalam rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJMN) 2025-2045, pembangunan kesehatan harus melaksanakan enam pilar transformasi kesehatan.
“Keenam pilar tersebut adalah, transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi layanan ketahanan kesehatan, transformasi layanan pembiayaan kesehatan, transformasi layanan sumber daya kesehatan dan transformasi layanan teknologi kesehatan,” ujar Sugimin, saat memberikan sambutan di Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kabupaten Batola 2025, di Hotel Rattan In Banjarmasin, Senin (17/02/2025).
Dia menjelaskan, transformasi layanan primer, dinas kesehatan dan jajarannya wajib memberikan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat dengan memperbaiki puskesmas, pustu dan kedekatan akses layanan kepada masyarakat.
Sedangkan transformasi layanan rujukan, jelas dia, dinas kesehatan dan rumah sakit umum daerah terus didorong untuk melakukan perbaikan mekanisme rujukan, peningkatan akses dan mutu layanan rumah sakit.
Selanjutnya terang Sugimin, transformasi layanan ketahanan kesehatan, dinas kesehatan didorong untuk terus meningkatkan pelaksanaan farmasi, vaksin dan alat kesehatan, termssuk ketahanan kegawat daruratan.
“Untuk transformasi layanan pembiayaan kesehatan pada tahun 2024 Kabupaten Batola telah mencapai Universal Healt Coverage (UHC) debgan pencapaian 99,94 persen atau sebanyak 326.526 jiwa,” terang Kadinkes Batola.
Kemudian, sambung dia, transformasi layanan sumber daya kesehatan, Dinkes Batola terus mengasakan diklat, bimtek dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan antara lain, pelatihan ACLS, pelatihan deteksi dini cancer, pelatihan prmengelolaan limbah fasysnkes, pelatihan ILP, pelatihan kualitas air dan pelatihan kesehatan jiwa, indera dan lainnya.
” Transformasi keenam adalah, transformasi layanan teknologi kesehatan dimana dinss kesehatan terus mendorong inovasi-inovasib baru di puskesmas dan teknologi pelsyanan kesehatan,” tandas Sugimin.
Sementara, Pj Bupati Batola, Dinansyah mengatakan, pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat terwujud.
“Pembangunan kesehatan diselenggarakan berdasarkan kemanusiaan, pemberdayaan, kemandirian, adil dan merata,” pintanya.
Rakerkesda Kabupaten Batola mengusung tema : Meningkatkan Mutu Layanan Dalam Menghadapi Transformasi Sistem Pelayanan Kesehatan Menuju Barito Kuala Sehat, ucap Dinansyah, tema tersebut selaras dengan semangat perjuangan.
“Saat ini, dimana pada tahun 2025 kits punya presiden baru, gubernur baru dan Insya Allah sebentar lagi akan dilantik Bupati dan Wakil Bupati Batola 2025-2030. Dimana visi misi beliau sangat memprioritasksn pembangunan kesehatan,” demikian tutup Pj Bupati Batola.
Dalam rangkaian acara tersebut juga diberikan penghargaan kepada 10 puskesmas dengan kinerja terbaik se-Kabupaten Batola 2024.
Peringkat pertama diraih Puskesmas Barambai, peringkat kedua diraih Puskesmas Marabahan, peringkat ketiga diraih Puskesmas Semangat Dalam, petingkat keempat diraih Puskesmas Berangas dan peringkat kelima diraih Puskesmas Anjir Pasar.
Untuk peringkat keenam diraih Puskesmas Tamban, peringkat ketujuh diraih Puskesmas Bantuil, peringkat kedelapan diraih Puskesmas Mandastana, peringkat kesembilan diraih Puskesmas Jelapat dan peringkat ke-10 diraih Puskesmas Tabunganen.(red)















