MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala (Kadinkes Batola), Sugimin mengatakan, Dinkes Batola berencana kembangkan Klinik Setara Handil Bakti menjadi rumah sakit umum daerah (RSUD) tife D
“Mudah-mudahan nanti bupati terpilih mendukung,” ujar Sugimin, ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Menurut dia, penduduk Kabupaten Batola terbagi dua kelompok, artinya kelompok utara pelayanan kesehatannya di RSUD H Abdul Aziz.
“Wilayah selatan ini belum kebagian layanan kesehatan dan selama ini banyak ke RSUD Ansari Saleh,” ungkapnya.
Seperti contoh, sebut dia, untuk layanan cuci darah warga Batola selalu ke Banjarmasin.
“Di Tahun 2026 cuci darah sudah bisa dilayani di RSUD H Abdul Aziz Marabahan,” terang Sugimin.
Saat in, jelas dia, dokter menangani layanan cuci darah tersebut disekolahkan ke Jogyakarta.
“Termasuk nanti layanan CT scan (computed tomography scan). Sekarang ini orang terkena stroke dibawa ke Banjarmasin. Namun, dengan tersedianya nanti di RSUD H Abdul Aziz, maka pelayanannya bisa di Marabahan,” tandasnya.
Kemudian, papar dia, Dinkes Batola menginginkan Klinik Setara di Handil Bakti jadi rumah sakit tife D.
“Untuk bisa menjadi rumah sakit tife D, maka harus memiliki minimal 50 tempat tidur. Jadi kita harus menambah 40 tempat tidur lagi dengan tambahan anggaran sekitar Rp75 miliar,” demikian tegas Sugimin.(red)

























