MARABAHAN, teladankalimantan.com-Ketua DPC PPP Barito Kuala, DR H Bahrul Ilmi SH MH menyebutkan Pulau Kembang merupakan pulau yang memiliki potensi wisata yang cukup diminati oleh wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara. Di Pulau tersebut terdapat fauna khas kera berekor panjang, yang memiliki daya Tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Wisata Pulau Kembang kini dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Selatan, dan merupakan salah satu Kawasan Suaka Alam (KSA), namun secara administratif, objek wisata ini berada di Desa Pulau Alalak, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.
“Inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama, agar Pulau Kembang bisa dikelola oleh Kabupaten Barito Kuala, dan jika diberi amanah, saya siap memperjuangkan kembali agar Pulau Kembang bisa dikelola oleh Batola, asalkan disepakati oleh semua masyarakat di Batola ini,” kata H Bahrul Ilmi saat berdialog dengan para kepala RT dan kepala desa di sela-sela acara pembagian paket lebaran kepada para kepala desa dan RT se Kecamatan Alalak, Minggu (17/4).
Pernyataan Bahrul Ilmi yang juga Direktur Utama PT Teladan Makmur Jaya ini cukup beralasan, pasalnya, dirinya merasa prihatin setelah mendengar pengakuan kepala desa setempat, yang menyebutkan, wisata di Pulau Kembang kini pengelolaannya berada di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Selatan.
Menurut Bahrul Ilmi, jika dikelola oleh Pemkab Batola, maka akan memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) khususnya kesejahteraan masyarakat di Desa Pulau Kambang, seperti di kabupaten-kabupaten lain, yang mengelola objesk wisata secara mandiri.
“Kalau masyarakat sepakat, mari kita perjuangkan sesuai dengan mekanisme dan peraturan, agar pengelolaan wisata ini di Pulau kembang ini dipercayakan kepada Pemkab Batola,” ucap H Bahrul.
Pulau Kembang yang termasuk di dalam wilayah Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala ternyata merupakan habitat bagi kera berekor panjang (monyet).
Kawasan Pulau Kembang berjarak sekitar 1,5 km dari Kota Banjarmasin dan dapat ditempuh dengan menggunakan perahu klotok sewaan. Sekitar 15 menit lamanya menyebrang dari dermaga, pengunjung akan langsung disambut dengan kera-kera yang lincah dan sangat agresif. Biaya memasuki Pulau Kembang dikenakan tarif sebesar 5.000 rupiah per orang.
Selain itu, Bahrul Ilmi juga berkeinginan Jembatan Barito yang juga masuk di wilayah Barito Kuala menjadi kawasan wisata yang maju dengan wisata kuliner yang dikelola dengan baik. Sehingga daerah tersebut menjadi destinasi para wisatawan dari luar daerah serta menjadi ikon Kabupaten Batola. (red)

























