BANJARMASIN,teladankalimantan.com-
Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H akan melaksanakan pasar murah atau operasi pasar di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.
“Pasar murah atau operasi pasar ini dalam rangka keterjangkauan harga bahan pokok dan pengendalian inflasi daerah,” ujar Kepala Disdag Kalsel, Sulkan melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Sutikno, di Banjarmasin, Kamis (06/02/2025).
Menurut dia, termasuk menghadapi hari besar keagamaan, pihaknya akan tetap mencoba melakukan upaya pengendalian harga dengan mengambil harga distributor.
“Kita akan melakukan operasi pasar di 13 kabupaten/kota di Kalsel, upaya ini dilaksanakan menjelang Ramadan dan lebaran karena permintaan barang-barang yang tinggi ditengarai mengalami kenaikan harga,” katanya.
Dengan upaya-upaya pihaknya lakukan tersebut, ungkapnya, harga bahan pokok dapat terkendali.
Selain itu, jelas dia, untuk pengawasan harga Disdag Kalsel telah melakukan pemantauan Minyak Kita ke D2 bersama dengan Setda Kalsel dan ditemukan dibeberapa titik dikisaran harga Rp15.800,00.
“Seharusnya harga eceran Rp15.700,00 dan ini langsung kita peringatkan untuk D2 untuk dibawah HET. Hal ini tidak lepas dari biaya operasional lainnya sehingga D2 mau tidak mau menaikkan harga,” terang Sutikno.
Kedepan, terang dia, pihaknya akan kembali melaksanakan pemantauan harga bersama dengan Sekretaris Daerah Kalsel ke pasar tradisional dan distributor Minyak Kita baik ke D1/D2 guna mengetahui harga langsung di pasaran.
Selain pemantauan Minyak Kita, dia menegaskan, telah melakukan pemantauan ke distributor bahan pokok seperti, tepung terigu karena tepung terigu juga paling banyak digunakan masyarakat saat bulan Ramadan.
“Kita sudah cek ke gudang distributor tepung terigu dan stok dalam keadaan aman,” tandasnya.
Kemudian, sambung dia, kenaikan yang diantisipasi adalah cabai dan beras karena pada Januari hingga Februari Kalsel mengalami musim hujan yang mengakibatkan petani gagal panen.
Berdasarkan informasi dari Disdag Kalsel pada Januari 2025, inflasi Kalsel berada di 0,62 persen dan Kalsel mengalami deflasi 0,75 persen yang mana hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel mengalami deflasi yang pertumbuhannya minus.
Sedangkan pada Februari 2025 inflasi di Kalsel dapat terkendali meskipun sempat mengalami deflasi.(red/mc kalsel)














