MARABAHAN,Teladankalimantan.com-Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Barito Kuala (Diskopperindag Batola) Hery Sasmita mengatakan, adanya anggaran diberikan Bupati Batola H Bahrul Ilmi, Diskopperindag Batola menggelar Pasar Murah di Desa Batik, Kecamatan Bakumpai pada tanggal 08 Desember 2025.
Salah satu tujuan dari kegiatan itu, sebut dia, untuk membantu meringankan warga di Desa Batik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di wilayah Kabupaten Batola.
“Untuk sembako dijual di Pasar Murah tersebut berupa, gula dijual Rp13 ribu per kilo, minyak goreng Rp15 ribu per liter dan susu SKM Rp7 ribu per kaleng, teh pucuk Rp3 ribu per kotak dan tepung Rp9 ribu per kilogram,” ujar Hery Sasmita, di Marabahan, Rabu (17/12/2025).
Menurut dia,jumlah sembako dijual untuk gula sebanyak 400 kilogram, minyak goreng sebanyak 480 liter, telur sebanyak 70 kilogram, teh sebanyak 192 kotak, tepung sebanyak 120 kilogram dan susu SKM 240 kaleng.
Untuk ke depan, sebut dia, sesuai arahan Bupati Batola H Bahrul Ilmi akan melaksanakan lagi Pasar murah sekaligus membantu membebaskan status Desa Sekata Baru, Kecamatan Tamban dari desa berkembang menjadi desa maju.
“Di Desa Sekata Baru nanti ada Pasar Murah sekaligus pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan ibu rumah tangga untuk memproduksi pangan-panganan lokal,” ucapnya.
Dijelaskannya, untuk kegiatan di Desa Sekata Baru direncanakan pada awal Januari 2026 atau setelah pelaksanaan peringatan puncak Hari Jadi Kabupaten Batola.
“Harapan kita digelarnya Pasar Murah di Desa Batik bisa menstabilkan harga dan membantu masyarakat. Termasuk di Desa Sekata Baru juga menstabilkan harga barang pokok,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, pada tanggal 6 November 2025 Diskoperindag Batola bersama Disperdag Kalsel juga melaksanakan Pasar Murah, di halaman Kantor Bupati Batola.
“Sembako dijual di Pasar Murah bersama Disperidag Kalsel berupa, minyak goreng merek Minyak Kita dijual Rp27 ribu per dua liter, gula pasir Rp16 ribu per kilogram, tepung Rp11 ribu per kilogram dan teh Rp4 ribu per kotak,” ungkap Hery Sasmita.
Untuk jumlahnya, papar dia, minyak goreng merek Minyak Kita sebanyak 1.200 liter, gula pasir sebanyak 500 kilogram, tepung sebanyk 120 kilogram dan teh sebayak 140 picis.
Kemudian, sambung dia, kalau ada kenaikan harga sembako signifikan Diskopperindag Batola berusaha untuk bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Batola untuk mensubsidi.(red)














