Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan penyakit mental yang parah memiliki risiko penularan HIV yang lebih tinggi, yaitu antara 30% dan 60%
Kesehatan mental dan HIV/AIDS memiliki hubungan erat. Masalah kesehatan mental, termasuk gangguan penggunaan zat, terkait dengan peningkatan risiko infeksi HIV dan AIDS serta menghambat pengobatannya. Sebaliknya, beberapa gangguan mental muncul sebagai akibat langsung dari infeksi HIV.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan penyakit mental yang parah memiliki risiko penularan HIV yang lebih tinggi, yaitu antara 30% dan 60%. Risiko ini termasuk tingginya frekuensi hubungan seksual dengan banyak pasangan, penggunaan narkoba suntikan, kontak seksual dengan pengguna narkoba suntik, pelecehan seksual (dengan perempuan sangat rentan terhadap infeksi HIV), hubungan seks tanpa kondom antara laki-laki, dan rendahnya penggunaan kondom. Selain risiko perilaku ini, gangguan kesehatan mental juga dapat menghambat kemampuan untuk memperoleh dan menggunakan informasi tentang HIV/AIDS, sehingga sulit untuk mempraktikkan perilaku yang lebih aman dan meningkatkan kemungkinan situasi berisiko.
HIV/AIDS memberikan beban Psikologis yang signifikan. Orang dengan HIV sering mengalami depresi dan kecemasan saat menyesuaikan diri dengan dampak diagnosis dan menghadapi kesulitan hidup dengan penyakit kronis yang mengancam jiwa, seperti harapan hidup yang lebih pendek, rejimen terapi yang rumit, stigmatisasi, serta hilangnya dukungan sosial, keluarga, atau teman. Infeksi HIV juga terkait dengan risiko tinggi bunuh diri atau percobaan bunuh diri. Beberapa faktor Psikologis yang berhubungan dengan keinginan bunuh diri pada orang yang terinfeksi HIV termasuk gangguan penggunaan zat bersamaan, riwayat depresi sebelumnya, dan adanya keputusasaan.
- Sejarah dan Epidemiologi
HIV pertama kali diidentifikasi di Amerika Serikat pada tahun 1981 dan sejak itu menyebar ke seluruh dunia. WHO memperkirakan bahwa lebih dari 38 juta orang hidup dengan HIV/AIDS pada tahun 2023, dengan sekitar 1,5 juta kasus baru terjadi setiap tahunnya. Meskipun telah ada kemajuan signifikan dalam pengobatan dan pencegahan HIV, penyakit ini masih menjadi beban kesehatan global yang besar.
- Cara Penularan :
HIV dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan umumnya terjadi melalui hubungan seks tanpa pengaman dengan seseorang yang terinfeksi, penggunaan jarum suntik bersama, atau dari ibu ke bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.
- Dampak Sosial dan Ekonomi
Selain dampak kesehatan yang serius, HIV juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas. Stigma terhadap individu yang hidup dengan HIV/AIDS masih merupakan masalah serius di banyak masyarakat, yang dapat menghambat akses mereka terhadap perawatan dan dukungan yang mereka butuhkan.
- Pengobatan dan Pencegahan
Meskipun belum ada vaksin untuk HIV, pengobatan antiretroviral (ARV) telah mengubah prognosis bagi banyak orang yang hidup dengan HIV. ARV dapat menekan replikasi virus, memungkinkan individu untuk hidup lama dengan kualitas hidup yang baik. Pencegahan HIV meliputi edukasi publik tentang penggunaan kondom, pengurangan risiko perilaku sex bebas, tes HIV rutin, pengobatan pascapaparan (PEP) untuk situasi yang berisiko tinggi dan hindari penggunaan narkoba dan jarum jarum suntik bekas orang lain.
- Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun terdapat kemajuan signifikan dalam pengobatan dan pencegahan HIV, tantangan besar masih ada, termasuk akses terbatas terhadap perawatan di beberapa wilayah, resistensi virus terhadap obat-obatan, dan masalah kepatuhan terhadap pengobatan jangka panjang. Harapan masa depan terletak pada penelitian yang terus-menerus untuk pengembangan vaksin HIV yang efektif dan perbaikan dalam akses global terhadap perawatan dan dukungan.
Jika terpapar virus HIV maka akan membawa dampak yang besar pada diri kita. Virus HIV selain menyerang kesehatan tubuh pada penderita, penderita juga akan sangat rentan mengalami gangguan Psikologis akibat berbagai kondisi yang dialaminya. Pentingnya di era yang semakin moderen ini kita perlu meningkatkan kepedulian akan diri kita sendiri dan menambah pengetahuan untuk menjaga diri kita terutama dari penyakit – penyakit menular berbahya yang ada di sekitar kita untuk menjaga kesehatan diri dan kesehatan mental kita.
Referensi :
– World Health Organization (WHO). HIV/AIDS Fact Sheet
– Centers for Disease Control and Prevention (CDC). HIV Basics.
– UNAIDS. Global HIV & AIDS Statistics – 2022 Fact Sheet.
Â





















