MARABAHAN, teladankalimantan.com-Ribuan warga sejumlah desa di Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan menghadiri acara haul ulama besar syekh Muhammad Arsyad Al Banjari ke 217 yang dipusatkan di Masjid Jami Rafi’atul Ibadah di Desa Tamban Kilometer 17, Mekarsari pada Sabtu, (29/4).
Acara haul Syech Muhammad arsyad Al Banjari ini juga dirangkai dengan Haul Syekh Muhammad Kasyful Anwar dan Habib Sholel Bin Muhammad Al Hamid Tanggul.
Dalam acara tersebut, panitia menghadirkan penceramah Al Ustadz Muhammad Yanor dari Kelua, serta dihadiri Al Habib Anis Bin Salamin Bhalgait.

Saking antusiasnya, masyarakat yang hadir tidak hanya dari desa Tamban, melainkan juga dari desa tetangga yang ada di Kecamatan Mekarsari. Jemaah baik laki-laki maupun perempuan duduk tertib hingga di halaman masjid untuk mendengarkan manakib dan tauziah yang disampaikan oleh Guru Yannor.

Sebelum mendengarkan tauziah, lantunan pujian dan alunan maulid kepada Rasullulah bergema yang dibawakan oleh Al Mukhlisin. Setelah itu dirangkai dengan dengan pembacaan gema wahyu ilahi oleh Qory Muhammad dari Martapura.
Dalam tauziahnya, Guru Muhammad Yanor memberikan pencerahan tentang haul. Menurut Guru Yanor, tujuan haul ada tiga, yang pertama mengingat kematian, sebab dengan melaksanakan haul kita semua pasti akan mati.
Dan umat Rasullulah umurnya tidak Panjang seperti umur-umur umat nabi-nabi terdahulu. Sebagaimana hadis rasullulah.
Dari Abu Hurairah RA. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Usia umatku (umumnya berkisar) antara 60 sampai 70 tahun. Jarang sekali di antara mereka melewati (angka) itu.’” (HR At-Tirmidzi).
Kemudian yang kedua, peringatan haul bertujuan mengingat kebaikan orang yang sudah meninggal dunia. Artinya, jangan sampai kita mengungkit keburukan dan aib orang yang sudah meninggal, kecuali dalam keadaan darurat dan memberikan contoh kepada anak misalnya jahatnya Abu Jahal. “Intinya ingat2 kebaikan orang yang sudah mati seperti kebaikan bersedekah membangun masjid, serta dalam beramal ibadah lainnya.
Selanjutnya tujuan haul yang ketiga, siapa yang suka mengingat orang mati, maka saat meninggal akan diingat orang lain apalagi semasa hidup sering menghadiahkan doa kepada orang yang sudah meninggal.

Dalam kesempatan itu, Guru Yanor juga membacakan sekilas manakib tiga ulama terkenal tersebut. Karena dengan berkah dari membaca manakib para wali, maka Allah SWT akan menurunkan rahmat Nya.
Menurut Guru Yanor, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari merupakan ulama terkenal asal Kalimantan Selatan. Beliau lahir pada 17 Maret 1710. Pada masa kanak-kanak sudah terlihat kelebihannya, sehingga diambil oleh Sultan Banjar untuk dididik olah para guru agama.
Kemudian pada usia 30 tahun, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari berangkat ke Mekkah untuk menuntut ilmu selama 35 tahun. Dan pulang pada usia 65 tahun untuk melakukan dakwah di Kalimantan Selatan. Selain berdakwah, beliau juga produktif menulis kitab, dan yang paling masyur adalah Kitab Sabilal Muhtadin yang menjadi acuan umat Islam hingga Asia Tenggara.
Syech Muhammad Arsyad Al Banjari meninggal di usia 105 tahun, dan kemudian dimakamkan di Desa Kalampaian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Al Habib Anis Bin Salamin Bhalgait usai menghadiri acara haul mengatakan, dirinya sangat bersyukur, dapat menghadiri kegiatan haul tiga ulama terkenal tersebut.
“Semoga apa yang disampaikan oleh penceramah Guru Muhammad Yanor menjadi ilmu yang bermanfaat, amaliah kita, dan dapat diamalkan oleh kita semua,” kata Habib Anis.

Selain dihadiri ribuan warga desa, acara haul ketiga ulama tersebut juga dihadiri Camat Mekarsari, Guru Mujahidin, Guru M Idris, para kepala desa, para habib dan syarifah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat. (red)














