MARABAHAN, teladankalimantan.com-Ratusan masyarakat di Desa Sei Telan, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala serta desa sekitarnya menghadiri haul ke 11 Habib Jafar Bin Habib Ali, seorang tokoh agama setempat yang berlangsung di kubah Habib Ja’far Bin Habib Ali yang berlokasi di Desa Sei Telan.
Dalam acara haul yang berlangsung pada Jumat malam (23/6), masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan haul mulai dari pembacaan Salawat, Tahlil hingga pembacaan doa haul. Acara tersebut juga dihadiri tokoh masyarakat Batola DR H Bahrul Ilmi yang merupakan anak angkat dari Almarhum Habib Ja’far Bin Habib Ali, para guru agama, dan tokoh masyarakat setempat.


Dalam kesempatan tersebut, H Bahrul Ilmi merasa terharu mengenang sosok Habib Ja’far Bin Habib Ali yang dikenal ramah, sopan, dan menjadi panutan masyarakat khususnya di Desa Sei Telan.
“Semasa hidup, beliau selalu mengayomi masyarakat dengan baik. Beliau juga tak segan membantu orang yang lagi kesusahan. Dan yang lebih berkesan lagi, jika kita bertamu ke rumah beliau dan ada kesusahan atau kegelisahan, hati kita merasa tenang, seakan-seakan beban itu hilang,” kata H Bahrul. Selain itu, Habib Ja’far juga dikenal tidak membedakan status sosial masyarakat. Dan Beliau benar-benar tawadhu.

Menurut H Bahrul Ilmi, kebiasaan beliau lainnya yakni suka mengajak masyarakat di Kecamatan Tabunganen ini berziarah ke Pulau Jawa termasuk ke makam-makam para wali termasuk wali Songo. ”Beliau adalah sosok yang benar benar dicintai masyarakat. Beliau seakan-akan menjadi Rahmatan Lil Alamin bagi masyarakat”.
Menurut Riwayat, Habib Ja’far merupakan keturunan dari Daeng Rahman di Bone, Sulawesi Selatan dengan silsilah Habib Ja’far Bin Habib Ali Bin Habib Laiman bin Habib Muhammad Bin Habib Ahmad Al Kaff. Orangtua beliau dulunya tentara yang bertugas sampai ke Kalimantan Selatan. Karena mengikuti orangtua, Habib Jafar besar dan akhirnya menetap di Desa Sei Telan, Kecamatan Tabunganen. Beliau wafat pada malam Sabtu, 04 Djulhijjah 1433 Hijiriah. (red)














