MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Penentuan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) dibahas pada Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala (RTRW Batola) mendapat tanggapan dari salah satu anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dari daerah pemilihan (Dapil) Batola, H Sadam Husin Nafarin SH.
“Pertama revisi RTRW harus dikaji dan benilai strategis, agar menjadi gerbang terbuka lebarnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Batola,” ujar H Sadam Husin Nafarin, dalam siaran pers, Rabu (15/01/2025).
Menurut dia, Komisi II DPRD Kalsel membawahi bidang perizinan berusaha untuk memikirkan kemajuan daerah juga masyarakat di area Industri.
Dari data yang ada saat ini, jelas kader PPP Batola, luas Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Batola pada Peraturan Daerah RTRW Kalsel adalah, 1.793,55 hektar.
“Adapun luas tambahan KPI diusulkan adalah, 313,893 hektar, terdiri atas existing berizin luasnya 259,943 hektar dan Industri usulan permohonan seluas 53,95 hektar,” terangnya.
H Sadam akrap disapa BHS, juga berharap, revisi RTRW perlu disinkronisasikan dengan visi dan misi Bupati Batola Terpilih periode 2025-2030 untuk keselarasan program pembangunan.
Tujuannya, papar Sadam, agar pembangunan di Batola terarah dan dapat membuka lapangan pekerjaan yang berdampak positif pada perekonomian warga.
“Jadi bukan hanya berdampak pada perusahaan-perusahaan saja,” tegas H Sadam.
Pembahasan RTRW ini nantinya akan melibatkan para camat dan kepala desa di Kabupaten Batola. (red/ril)














