MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Tokoh masyarakat Kabupaten Barito
Kuala (Batola), H Bahrul Ilmi bersama keluarga Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 Hijiriah/2024, di Masjid Jamiatul Khairat Desa Tabunganen Muara, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Selepas melaksanakan sholat Idul Adha di masjid, H Bahrul Ilmi mengundang jamaah menghadiri acara selamatan di rumah pribadi.
H Bahrul Ilmi ketika ditemui selepas acara selamatan mengatakan, secara pribadi bersama sekeluarga dan mewakili kawan-kawan mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1445 Hijiriah kepada seluruh warga Desa Muara Tabunganen khususnya dan Kabupaten Batola pada umumnya.
“Hari ini merupakan hari kemenangan. Alhamdullillah kita bersama-sama melaksanakan acara selamatan yang mana acara ini bisa kita laksanakan setiap tahun,” ucapnya.
Dia berharap, mudah-mudahan acara selamatan bersama masyarakat, khususnya Tabunganen Muara diberikan berkah, diberikan keluasan rezeki.
“Dan mudah-mudahan kita tahun ini hasil pertanian kita tambah bagus dan hasilnya berlimpah ruah,” harapnya.
Kemaslahatan masyarakat dan ekonomi masyarakat, sambung dia, di bidang pertanian semakin membaik.
“Dengan Hari Raya Qurban ini, mudah-mudahan salah satu contoh harus kita tekuni adalah keberhasilan itu dari pengorbanan. Semoga saya pribadi selalu kuat berupaya selalu berkorban apa saja yang bisa saya lakukan di bidang pertanian, ekonomi, kemasyarakatan Mudah-mudahan kita sama-sama menunjukan pengorbanan kita” tandasnya.
Kemudian, sambung dia, apa yang dikorbankan Insya Allah ada nilainya dari dunia dan akhirat.
⁹
Sekretaris Pengurus Masjid Jamiatul Khairat Desa Tabunganen Muara, Suhaili mengucapkan terimakasih kepada H Bahrul Ilmi membimbing dan memotivasi Desa Tabunganen Muara.
“Semog beliau selalu sukses dan dimudahkan setiap urusan,” harapnya.
Ditambahkan Ketua Masjid Jamiatul Khairat Desa Tabunganen Muara, Abdurrahman, pihaknya mendukung sepenuhnya H Bahrul Ilmi sebagai bakal calon Bupati Barito Kuala 2024-2029.
Sementara itu, pada Sholat Idul Adha dihadiri ribuan warga tersebut, Khatib Anang Muhtar memaparkan, tentang hewan kurban yang dipotong itu, daging dan darahnya tidak diterima oleh Allah SWT.
“Tetapi ketaqwaan kita yang ikhlas dan pengorbanan kita yang akan fiterima oleh Allah SWT dengan balasan berlipat ganda,” ungkapnya.
Dengan demikian, sambung dia, pengorbanan dan pengabdian yang ikhlas dianjurkan dalam agama Islam.
Selain itu, dia menguraikan, berkurban merupakan jiwa sosial yang dianjurkan dalam Islam terhadap orang kaya kepada orang kurang mampu.(red)















