MARABAHAN, teladankalimantan.com—Tokoh masyarakat Barito Kuala DR H Bahrul Ilmi SH MH menghadiri kegiatan haul KH Muhammad Sholah Bin Nazam Pontianak yang berlangsung di kubah, Desa Sungai Telan, Tabunganen, Kecamatan Tabunganen Barito Kuala, Sabtu pagi (9/3).
Kedatangan H Bahrul tampak disambut antusias oleh para jamaah yang merayakan haul di desa tersebut.
Terlihat ribuan jamaah baik laki-laki maupun perempuan yang memadati lokasi kubah KH Muhammad Sholah Bin Nazam.

Acara haul berlangsung khusuk, setelah pembacaan sholawat dan ayat suci Alquran dilanjutkan dengan pembacaan manakib dan tauziah serta doa bersama.


H Bahrul Ilmi dalam kesempatan tersebut merasa bersyukur bisa hadir di tengah-tengah para jamaah untuk merayakan haul ulama besar yang berasal dari Pontianak dan mengajar ilmu-ilmu agama di Tabunganen.

“Beliau sosok panutan dan teladan bagi kita semua, karena ilmu-ilmu agama yang mendalam dan mengajarkannya di sini (tabunganen),” kata H Bahrul Ilmi.
H Bahrul bersama-sama para jamaah juga turut mendoakan Semoga almarhum dan guru-guru agama kita senantiasa diberi berkah dan kemuliaan di sisi Allah SWT.
Sebagaimana diketahui, KH Muhammad Sholeh Bin Nazam dilahirkan tanggal 2 September 1941 M di Sengkubang, Kecamatan Mempawah, Pontianak, Kalbar.
Ayah beliau bernama H Nazam Bin H Amin sedangkan datu beliau bernama Abdullah dan berasal dari Sambas, Kalbar. Sedangkan ibu beliau bernama Hamidah Binti Awang Ismail yang berasal dari Klaten, petani Thailand.
Saat masa kecilnya, beliau hidup sederhana. Keduanya orangtuanya bekerja sebagai petani, namun keduanya selalu mendidik anak-anaknya dengan pendidikan agama yang baik.
Muhammad Sholeh merupakan anak yang ringan tangan, dan suka membantu orang lain terlebih kepada orangtuanya.
Muhammad Sholeh dikenal oleh guru-guru agamanya, karena kecerdasan beliau dalam memahami dan menghapal, ilmu atau matan-matan ilmu.
Di antara guru-gurunya di Martapura yakni, Syekh KH Abdul Qadir Hasan, Syekh KH Anang Sya’rani, KH Semman Mulia, KH Husin Dahlan, dan KH Abdus Syukur serta KH Ahmad Royani, dan KH Muhammad Ramli.
KH Muhammad Sholeh wafat pada 9 Oktober 2005 M bertepatan dengan 5 Ramadan 1424 H dan dimakamkan di Desa Sungai Telan, Tabunganen. (red)














