MARABAHAN, teladankalimantan.com-Sebagai bentuk keprihatinan, dan rasa tanggung jawab sosial, Pengusaha yang juga ketua DPC PPP Barito Kuala (Batola) DR H Bahrul Ilmi membantu biaya pengobatan salah seorang warga di Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Diketahui, H Bahrul Ilmi memang tak segan-segan dalam membantu meringankan beban masyarakat. Salah seorang warga yang dibantu tersebut yakni istri dari Bapak Cipto.
Saat berada di rumah sakit, Rabu (10/5) Cipto yang menerima kedatangan H Bahrul Ilmi mengatakan, istrinya yakni Norhasanah mengalami ganguan pada kandungannya, sehingga harus dirujuk ke RSKIA Annisa. “Penyakit ini muncul saat kandungan istri usia 4 bulan, yakni gangguan di luar Rahim, sehingga harus dilakukan tindakan operasi,” kata Cipto.
Sebagai seorang pekerja serabutan yang kini bekerja sebagai cleaning service di kapal tongkang, Cipto mengaku tidak memiliki BPJS, sehingga sempat kesulitan saat mengurus istrinya ke rumah sakit. Beruntung ada Bapak H Bahrul Ilmi yang begitu peduli dengan warga dan membantu biaya pelunasan.

“Saat itu saya tidak punya bayangan sama sekali, untuk bayar sekolah anak saja kadang susah, apalagi dengan biaya sebesar ini,” ucap Cipto.
Cipto sendiri sudah mengusulkan BPJS kepada kepala-kepala desa sejak dulu, namun belum ada kejelasan sampai sekarang. Cipto Bersama keluarganya sudah lebih dari 10 tahun ini tinggal di Tabunganen dan menumpang tinggal di rumah milik Balai Desa setempat.
Cipto bersama Istri terharu dan sangat berterimakasih karena H Bahrul Ilmi yang ikhlas dalam membantu, bahkan langsung menjenguk ke rumah sakit.
Terlihat keluarga yang mendampingi Cipto juga menyampaikan terimakasih dan merasa Haji Bahrul sangat peduli dengan masyarakat kurang mampu.

Sementara itu, H Bahrul Ilmi dalam kesempatan tersebut berharap dan berpesan, agar ke depan warga tak mampu di Barito Kuala bisa tercover dalam program BPJS melalui pendataan di Dinas Sosial, sebab BPJS ini sangat penting untuk warga yang tidak mampu dalam mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak.
Pihak RS juga mengapresiasi tindakan Haji Bahrul dan sempat meminta izin untuk memfoto beliau. Bantuan ini penting, sebab dalam hak dan kewajiban pasien, pembayaran menjadi suatu keharusan untuk syarat pasien dapat pulang atau meninggalkan RS. (red)














