MARABAHAN,teladankalimantan.com- Tuan Guru Yannor asal Kalua, Kabupaten Tabalong dalam tausyiah di acara Buka Puasa BersamaHari ke-28, di Majelis Pengajian H Bahrul Ilmi, di Aula Kantor DPC PPP Batola mamaparkan terkait bulan suci Ramadhan.

“Ramadhan inya bulik (pergi), kena datangai pulang (nanti datang lagi) tahun kena (depan),” ujar Guru Yannor.
Yang jadi masalah itu, sebut dia, kitanya yang hilang atau kitanya tahun depan pasti ada atau tiada.
“Artinya ada waktu 48 jam kita bersama dengan Ramadhan, maka moment sangat singkat ini hendaknya kita pergunakan baik-baik. Gunakan waktu itu sebaik mungkin, agar ketika akhir Ramadhan kita berhak menyandang gelar Minal Aidin Walfaizin,” ungkapnya.
Kira-kira hari raya Idul Fitri, jelasnya, benar-benar kembali bersih dan orang beruntung itu yang diharapkan.
“Kalau hanya mengucapkan Minal Aidin Walfaizin kita bisa saja, tapi hakikat Minal Aidin Walfaizin apakah mungkin kita dapat atau tidak,” tandasnya.
Untuk itu, dia meminta, agar mengoreksi diri selama Ramadhan kali ini kita berjuangnya apa benar-benar atau tidak.
“Pertanyaan itu jawab dihati masing-masing dan rasakan masing-masing,” terangnya.
Dia juga mengutarakan, Ramadhan merupakan bulan untuk mencuci dosa-dosa kita.
“Ramadhan jadi wasilah, jadi perantara untuk kita mendapatkan ampunan dari Allah SAW. Namun, ketika Ramadhan berlalu ada hamba tidak mendapatkan ampunan, ” tegasnya.
Mumpung Ramadhan masih ada, dia mengajak, gunakan sebaik-baiknya untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
“Setiap malam minta ampun, setiap hari minta ampun mumpung Ramadhan, dimana amal dan ibadah kita dilipat gandakan oleh Allah SAW,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Guru Yannor juga mengemukakan, begitu pentingnya ridho dari kedua orangtua karena keridhoan orangtua sangat mendukung kesuksesan.
“Mau jadi apapun kalo kita sudah mengantongi ridho dari kedua orangtua, sukses kita,” tegasnya.
Untuk itu, dia meminta, kepada jamaah agar mengedepankan, menghargai, dan menghormati kedua orangtua.
Diakhir tausuiahnya, Guru Yannor mengatakan, menjelang hari raya Idul Fitri disamping kita memiliki kewajiban mengeluarkan zakat fitrah juga ada tradisi saling bersilaturahmi.
“Saat bersilaturami hendaknya menjafa perkataan yang baik, sopan dan santun agar tidak ada yang tersinggung,” pintanya.
Dalam kesempatan tersebut, Guru Yannor
juga mendo’akan semua jamaah yang hadir, terkhusus H Bahrul Ilmi dan keluarga terkabulkan hajat yang diinginkan.
Buka Puasa Bersama tersebut di hadiri para habaib, guru-guru agama dan ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Batola dan sekitarnya.

Juga dihadiri tamu undangan dari PT Jhonlin Grup diwakili Herman Susilo, Ketua dan Pengurus PKB Batola, H Meri Apriansyah, Ketua Apdesi Batola, H Sadam Husin Naparin, calon anggota DPRD Kalsel terpilih 2024-2029, H Bahrul Ilmi dan Hj Noorhayati sekeluarga.(red)














