MARABAHAN, teladankalimantan.com-Hari ke 4 buka puasa Bersama yang berlangsung di aula DPC PPP Batola, jalan trans Kalimantan, Handil Bakti, Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (26/3), menghadirkan guru Mahmudin SPD I, sebagai penceramah.
Sebelumnya, dalam acara buka Bersama tersebut sebagaimana biasa, dilaksanakan pembacaan maulid habsyi oleh grup Maulid al Khair.
Guru Mahmudin SPd,I yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Madastana, dalam tauziahnya menyoroti larangan keras menghibah dalam ajaran Islam, terlebih di dalam bulan suci Ramadan.
Di hadapan ratusan warga yang hadir dalam acara buka puasa bersama tersebut, Guru Mahmudin menyebutkan jangan sampai ibadah puasa di bulan Ramadan ini dinodai oleh hal-hal yang dilarang dalam syariat sebagaimana yang diajarkan oleh Rasullulah.
Secara syariat, banyak hal yang membatalkan puasa antara lain, memasukan sesuatu ke dalam rongga mulut. Namun, banyak yang tidak menyadari, puasa tidak hanya menahan lapar dan haus melainkan juga menahan semua hal termasuk membicarakan aib orang lain atau menghibah yang merusak aqidah, dan sangat dilarang dalam agama apalagi di bulan Ramadan.
Larangan tentang ghibah ini juga tertuang jelas dalam Alquran surat Al Hujurat ayat 12 yang berbunyi sebagai berikut:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman! Jauhilah prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”
Dalam tauziahnya, Guru Mahmudin juga mengisahkan tentang hikayat dua orang perempuan di jaman Rasullulah yang berpuasa di Bulan Ramadan.
Kedua perempuan tersebut hampir meninggal karena menahan lapar dan haus, dan kemudian mengirim utusan kepada Rasullulah untuk berbuka puasa. Namun dilarang oleh Rasullah dan mengatakan agar memuntahkan semua isi perut yang akhirnya keluar daging mentah. “Seperti itulah, keduanya seperti memakan daging saudaranya sendiri, karena sering menghibah, dan memakan makanan yang tidak halal,” katanya.

Untuk itu, dirinya mengajak agar berpuasa dengan memakan makanan dan minuman yang halal. Dan jangan membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengajak untuk terus beryukur kepada Allah SWT dan meniatkan semua ibadah hanya kepada Allah SWT, dan mendoakan, semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Sebagaimana diketahui, acara buka puasa pada hari ke empat ini selain dihadiri oleh Ketua DPC PPP Batola DR H Bahrul Ilmi SH MH juga dihadiri para habib, guru agama, tokoh masyarakat, dan ratusan warga dari berbagai desa di sejumlah kecamatan, seperti, Desa Semangat Jaya, Semangat Bakti, Semangat Dalam, Sungai Pitung, Berangas Barat, Sungai Lumbah, Beringin, Sinar Baru, Tamban, Antasan Segera, Tabing Rimbah, Puntik Dalam, Rangga Surya, Anjir Pasar, Marabahan Baru, Sungai Gacauk, dan Tabunganen.
Acara buka puasa Bersama ini juga dirangkaikan dengan Salat Isya Berjamaah, kemudian Salat Tarawih berjamaah yang diimami oleh Habib Muhammad Anies Bin Salimin Balghaits BA, dan kemudian dilanjutkan dengan Tadarus Alquran. (red)














