MARABAHAN,teladankalimantan.com- Buka Puasa Bersama di Majelis Pengajian H Bahrul Ilmi, di di Aula Kantor DPC PPP Batola menghadirkan pentausyiah Guru Johansyah atau Guru Ijuh, di Aula Kantor DPC PPP Batola, Minggu (07/04/2024).

Guru Johansyah atau Guru Ijuh dalam tausyiah memaparkan, Rasullullah SAW pernah bersabda barang siapa bergembira, suka dan senang dengan tibanya bulan suci Ramadhan, maka Allah Taalla mengharamkan api neraka menyentuh jasadnya.
Menurut Guru Ijuh, bulan penuh berkah dan mafirah, salah satu bulan yang diwajibkan Allah SWT untuk menjalankan ibadah puasa di siang harinya dan disunatkan melaksanakan Shalat Tarawih serta tadarus Al-Qur’an di malam harinya.
Rasullullah juga bersabda, ucap dia, barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ridho Allah, maka diampunilah semua dosa-dosanya.
Jadi bulan Ramadhan ini, jelas dia, dalam istilah dunia perdagangan ada bonus dan diskonnya.
“Kenapa ulun (saya) mengatakan ada bonus dan diskon, pahalanya dilipat gandakan dan dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, barang siapa melaksanakan sunat di dalam bulan suci Ramadhan sama dengan melaksanakan ibadah yang wajib diluar bulan suci Ramadhan.
“Barang siapa ujar Rasullullah satu kewajiban di bulan suci Ramadhan sama dengan 70 kali diluar bulan suci Ramadhan. Luas biasa kelebihan bulan suci Ramadhan dan kita masih berada di bulan suci Ramadhan,”tandasnya.
Untuk itu, ajak dia, gunakan sisa umur, kesehatan, waktu untuk beribadah kepada Allah SWT.
“Tampulu (mumpung) masih ada umur, karena kita akan mati barataan (semuanya), akanmeninggalkan dunia menghadap Allah SWT. Kapan waktunya Wallah Huallam,,” bebernya.
Sebelum dipanggilah Allah dan menghadap Allah, pintanya, hendak lah gunakan sisa umur untuk ibadah kepada Allah SWT.
“Allah tidak memandang umur, Allah tidak memandang usia, Alkah tidak memandang penyakit. Bila sampai waktunya tidak bisa ditunda-tunda, kada kawa ditapal-tapal (tidak bisa tutup-tutup) siapapun orangnya,” tegasnya.
Dalam tausyiah tersebut, dia juga mengajak kepada warga yang hadir sesuai anjuran Rasullullah gunakan yang lima sebelum datang yang lima.
“Pertama masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Kedua, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, ketiga masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,” ungkapnya lagi.
Dan keempat, tambahnya, masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan kelima, masa waktu hidupmu sebelum datang masa kematianmu.
“Yang pertama gunakan lah masa mudamu sebelum datang masa tuamu hendaklah kita gunakan hadir Majelis Ilmu, gunakan umur di Majelis Shalawat, Majelis Pengajian,” ajak Guru Ijuh.
Kemudian, sambungnya lagi, orang yang mau membaca Shalawat penghidupan dimudahkan oleh Allah dan usahanya diberkahi atau berkah serta Allah akan menurunkan rahmat kepada orang-orang yang ada di majelis.
Diakhir akhir tausyiahnya, Guru Johansyah mendo’akan agar hajat dari H Bahrul Ilmi terkabulkan.(red)














