BANJARBARU,Teladankalimantan.com-Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel memastikan tak akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN di lingkungan Pemprov Kalsel, meskipun pemerintah pusat memberikan opsi tersebut.
Dia juga menegaskan, kondisi di Kalsel saat ini dinilai masih terkendali, sehingga tidak ada urgensi untuk memberlakukan sistem kerja dari rumah.
“Ini hari kita rapatkan kembali, yaitu tidak ada WFH. Karena di sini tidak ada kendala, semua terkendali, baik dari sisi mobilitas maupun pelaksanaan pekerjaan,” ujar H Muhidin, usai Rapat Koordinasi Pemprov Kalsel, di Ruang Rapat Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel Banjarbaru, Senin (06/04/2026).
Menurutnya, penerapan WFH berpotensi menimbulkan persepsi kurang tepat di kalangan pegawai, terutama jika tidak diiringi dengan pengawasan optimal.
Gubernur mengkhawatirkan, sistem tersebut justru dimanfaatkan secara tidak maksimal dan berdampak pada kinerja.
“Kalau WFH dilaksanakan, dikhawatirkan dianggap seperti libur. Apalagi pekerjaan sekarang bisa dilakukan lewat handphone atau perangkat lainnya. Ini yang perlu kita antisipasi agar tidak terjadi penyalahgunaan,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti potensi meningkatnya aktivitas di luar daerah jika WFH diterapkan dan berisiko mengganggu efektivitas kerja pegawai.
“Bisa saja pegawai memanfaatkan waktu untuk bepergian ke luar daerah dalam beberapa hari. Ini yang menjadi salah satu kekhawatiran kami,” tambahnya.
Lebih lanjut Muhidin mengemukakan, kebijakan tersebut juga berkaitan dengan efektivitas penggunaan anggaran yang telah direncanakan berjalan.
Oleh karena itu, dia menilai, pelaksanaan kerja secara langsung di kantor tetap menjadi pilihan terbaik saat ini.
Meski demikian, sebut dia, Pemprov Kalsel tetap berupaya menjaga produktivitas dan pengembangan kompetensi ASN melalui berbagai kegiatan terencana, salah satunya dengan mengisi waktu kerja melalui pelatihan dan kegiatan koordinatif.
“Rencana hari Jumat, kita akan melaksanakan kegiatan dinas bersama Eselon III, salah satunya pelatihan Manajemen Risiko bekerja sama dengan BPKP. Ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas sekaligus tetap mengontrol kinerja,” demikian pungkasnya.(red/MC Kalsel/dam)

























